DENPASAR, Lensabali.id - Proyek pembangunan Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di Kota Denpasar dibagi ke dalam dua klaster utama, yakni Klaster Sanur dan Klaster Denpasar. Penentuan sepuluh ruas jalan yang menjadi lokasi proyek didasarkan pada pertimbangan kawasan strategis, terutama area sekitar titik nol Kota Denpasar.
Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS), I Nyoman Putrawan, menjelaskan pengembangan SJUT diawali dari kawasan pusat kota, yakni Catur Muka dan Alun-alun Denpasar, kemudian diperluas secara bertahap ke wilayah lain.
“Kami akan mengembangkan secara radial ke mana arah titik nol kota ini strategisnya. Minimal wajah kota di titik nol kami rapi dulu. Pengembangannya nanti tinggal mengikuti arah-arah tersebut,” ujar Putrawan saat ditemui di Kantor BPS, Selasa (3/2/2026).
Klaster Sanur meliputi tiga ruas jalan, yakni Jalan Danau Buyan, Jalan Danau Toba, dan Jalan Danau Tamblingan dengan total panjang sekitar 2,9 kilometer. Sementara Klaster Denpasar mencakup sembilan ruas jalan, antara lain Jalan Gajah Mada, Veteran, Surapati, Sudirman, hingga Hasanuddin, dengan total panjang mencapai 7,5 kilometer.
Putrawan menyebut proyek SJUT di Denpasar ditetapkan sebagai proyek percontohan karena sistem utilitas terpadu masih terbatas penerapannya di luar Denpasar. Selain itu, metode teknis yang digunakan dinilai lebih sederhana dan minim gangguan.
“Selama ini banyak proyek yang mubazir, galian besar, ganggu lalu lintas, dan biayanya tinggi. Kalau ini secara teknis lebih simpel, cukup membuka trotoar lalu memasukkan kabel,” jelasnya.
Saat ini, proyek SJUT telah memasuki tahap uji coba di Klaster Sanur sejak 31 Januari 2026 dan ditargetkan rampung pada 15 Februari 2026. Secara keseluruhan, penerapan SJUT di klaster percontohan ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Putrawan menambahkan, uji coba berjalan lancar sembari menunggu penetapan regulasi pendukung, seperti Peraturan Daerah terkait pelarangan kabel udara dan Peraturan Wali Kota mengenai tata kelola SJUT. Setelah itu, akan dilakukan koordinasi lanjutan dengan para penyedia layanan sebelum masuk tahap operasional penuh.
“Di Sanur kapasitas optik bisa sampai 60 provider, meski saat ini yang masuk baru sekitar 15. Ke depan tentu akan kami siapkan ruang pengembangannya,” ujarnya. (apn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar