𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗣𝗦 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗮𝘀 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗮𝗴𝗮𝗿 𝗧𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗦𝗮𝘀𝗮𝗿𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 07 Februari 2026

𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗣𝗦 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗮𝘀 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗮𝗴𝗮𝗿 𝗧𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗦𝗮𝘀𝗮𝗿𝗮𝗻

Koster Tegaskan Data BPS Jadi Kompas Program Pembangunan Bali agar Tepat Sasaran

DENPASAR, Lensabali.id — Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (6/2). Pertemuan tersebut membahas perkembangan indikator sosial ekonomi Bali tahun 2025 serta penguatan sinergi menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi perencanaan pembangunan ke depan.

Dalam audiensi itu, Gubernur Koster menegaskan pentingnya menjadikan data statistik yang akurat dan mutakhir sebagai rujukan utama pelaksanaan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Data dari BPS ini sangat penting. Ini menjadi rujukan utama kita dalam merancang program pembangunan Bali agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan krama Bali,” tegas Gubernur Koster.

Kepala BPS Provinsi Bali memaparkan bahwa perekonomian Bali pada 2025 tumbuh 5,82 persen (c-to-c), tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Struktur ekonomi Bali masih ditopang sektor akomodasi dan makan minum, perdagangan, transportasi, konstruksi, serta industri pengolahan.

Dari sisi pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 mencapai 6,94 juta kunjungan, melampaui capaian sebelum pandemi. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara terus meningkat hingga lebih dari 26,6 juta perjalanan.

Capaian positif juga terlihat pada indikator kesejahteraan sosial. Tingkat kemiskinan Bali pada September 2025 tercatat 3,42 persen, terendah sejak penghitungan kemiskinan tahun 1996 sekaligus terendah secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 160,09 ribu orang dengan garis kemiskinan rumah tangga sebesar Rp2,65 juta per bulan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bali pada November 2025 berada di angka 1,45 persen, juga terendah di Indonesia. Struktur ketenagakerjaan menunjukkan pekerja formal telah melampaui pekerja informal, disertai peningkatan proporsi pekerja penuh. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali tahun 2025 mencapai 80,53 dan menempatkan Bali di peringkat lima nasional.

Menanggapi data tersebut, Gubernur Koster menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar menggunakan data BPS sebagai dasar perumusan kebijakan dan program.

“Cari rumah tangga miskin yang masih tersisa ini, petakan secara detail. Kepala dinas sosial, PMD, dan perangkat daerah lain harus keroyokan. Target kita jelas, kemiskinan harus terus turun dan menuju nol di Bali,” ujarnya.

Gubernur juga meminta Dinas Tenaga Kerja memetakan pengangguran secara lebih rinci serta menyelenggarakan bursa kerja berskala besar untuk mempertemukan lulusan SMK dan perguruan tinggi dengan dunia usaha.

“Pengangguran ini harus kita nolkan. Kita harus serius bikin job fair besar, datangkan perusahaan sebanyak-banyaknya,” tambahnya.

Koster Tegaskan Data BPS Jadi Kompas Program Pembangunan Bali agar Tepat Sasaran

Sejalan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia, Gubernur Koster menegaskan komitmen Pemprov Bali melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana yang mulai dilaksanakan Agustus 2025. Program ini menargetkan 1.450 mahasiswa dari keluarga kurang mampu dengan pembiayaan penuh pendidikan serta bantuan biaya hidup.

“Program ini adalah investasi jangka panjang Bali. Kita ingin setiap keluarga punya sarjana, sehingga kemiskinan bisa diputus dari akarnya,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Koster juga menjelaskan kebijakan Program Insentif Nyoman dan Ketut sebagai respon atas proyeksi perlambatan pertumbuhan penduduk Bali. Program yang berlaku penuh mulai 2026 ini bertujuan menjaga keberlanjutan demografi sekaligus melestarikan identitas budaya Bali.

“Nama Nyoman dan Ketut tidak boleh punah. Ini bukan hanya soal demografi, tetapi juga identitas budaya Bali,” tandasnya.

Audiensi tersebut turut membahas dukungan Pemprov Bali terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Gubernur Koster menegaskan sensus ini akan menjadi instrumen strategis dalam memperkuat basis data pembangunan Bali, khususnya dalam transformasi ekonomi digital, hijau, dan biru sesuai arah pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. (*/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar