DENPASAR, Lensabali.id – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Vihara Satya Dharma di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar, mulai berbenah. Sejumlah lampion terpasang, altar dibersihkan, dan dupa rutin diganti. Hingga lima hari sebelum Imlek, persiapan vihara disebut telah mencapai sekitar 70 persen.
“Kami awali dengan bersih-bersih perabotan, peralatan, tempat dewa, dan tembok-tembok. Terus pasang lampion,” ujar Staf Pengelola Vihara Satya Dharma, Ni Wayan Suktrianti, saat ditemui Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, persiapan telah berlangsung selama sepekan terakhir dengan melibatkan empat orang staf yang membersihkan seluruh area vihara. Menariknya, sebagian besar umat yang datang justru berasal dari luar Denpasar, seperti Singaraja, Batubulan, hingga Gianyar, terutama saat libur panjang.
Tak hanya umat lokal, sejumlah wisatawan mancanegara juga tercatat rutin berkunjung. “Ada yang awalnya datang karena tertarik arsitektur, tapi akhirnya kembali lagi untuk sembahyang,” ungkap Suktrianti.
Meski diperkirakan ramai, pihak vihara tidak menggelar hiburan khusus maupun ibadah bersama pemuka agama. Aktivitas sembahyang dimulai saat pergantian tahun Imlek, tepatnya 16 Februari pukul 00.00 Wita. “Sembahyangnya mulai dari pergantian tahun dari tanggal 16 Februari tengah malam jam 00.00 mulai ada yang sembahyang. Sembahyang seperti biasanya,” jelasnya.
Untuk menjaga ketertiban, pengelola berkoordinasi dengan Pecalang Jaga Baya Pesanggaran serta Polsek Benoa. Tahun ini, jumlah umat diperkirakan meningkat signifikan, mencapai 10 hingga 20 kali lipat dibanding hari biasa. “Dalam artian biasa datang sendiri sekarang berkeluarga. Pokoknya 15 hari setelah Imlek ada yang sembahyang sampai Cap Go Meh,” katanya.
Pada 16–17 Februari serta saat Cap Go Meh, 3 Maret, vihara akan dibuka selama 24 jam. Di hari lainnya, jam operasional tetap berlangsung pukul 09.00 hingga 21.00 Wita. “Kami welcome semua, mau yang foto-foto atau sembahyang juga. Pasti ramai, cuma rata-rata,” pungkas Suktrianti.(*/ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar