DENPASAR, Lensabali.id - Gubernur Bali Wayan Koster merayakan Rahina Tumpek Klurut atau Hari Tresna Asih dengan cara sederhana namun sarat makna. Dalam momentum kasih sayang menurut kearifan lokal Bali tersebut, Gubernur Koster mentraktir ribuan cup kopi bagi masyarakat, khususnya anak muda, di Jenar Coffee dan Tan Panama Coffee Shop, Denpasar, Sabtu (3/1).
Tak hanya itu, sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal sekaligus berbagi kebahagiaan, Gubernur Koster juga mentraktir menu be guling di Warung Men Wenci, kawasan Sangeh, Kabupaten Badung. Sejak pagi, warung tersebut dipadati pengunjung hingga dua ekor be guling habis dalam waktu singkat.
Di Tan Panama Coffee Shop, suasana berlangsung hangat dan akrab. Gubernur Koster tampak bercengkrama santai dengan para pengunjung yang mayoritas merupakan generasi muda (yowana). Gubernur dua periode ini juga melayani setiap permintaan swafoto dengan penuh keramahan, menjadikan momen tersebut semakin berkesan.
Gubernur Koster menuturkan, Tumpek Klurut dimaknai sebagai ruang untuk menumbuhkan rasa tresna asih, mempererat hubungan antarsesama, serta menguatkan jati diri dan karakter masyarakat Bali.
“Tumpek Klurut ini adalah hari kasih sayang menurut kearifan lokal Bali. Kita maknai dengan berbagi, membangun interaksi yang hangat, terutama dengan generasi muda, sekaligus mendukung UMKM lokal,” ujar Gubernur Koster.
Ia menjelaskan, perayaan tersebut dilaksanakan secara niskala lan sekala. Secara niskala diawali dengan persembahyangan di Pura Candi Narmada, sementara secara sekala diwujudkan melalui interaksi langsung dengan masyarakat di ruang-ruang publik seperti coffee shop.
Antusiasme masyarakat pun terlihat jelas. Salah seorang pengunjung, Prama asal Denpasar, mengaku senang bisa merasakan langsung suasana kebersamaan tersebut.
“Kebetulan weekend, terus ditraktir sama Pak Gubernur. Senang sekali, awal tahun sudah dapat momen seperti ini. Terima kasih banyak,” ujar Prama.
Di sisi lain, Gubernur Koster menegaskan UMKM lokal memiliki peran strategis dalam menjaga budaya Bali sekaligus menjadi ruang kreativitas generasi muda. Karena itu, Tumpek Klurut dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial, kebersamaan, serta rasa tresna asih di tengah masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal Bali tetap relevan dan dapat dimaknai secara kontekstual dalam kehidupan modern untuk memperkuat jati diri, karakter, dan identitas krama Bali sebagai warisan leluhur.
“Ini penting untuk kita rawat dan perkuat bersama,” tuturnya.
Masih dalam rangkaian perayaan Tumpek Klurut, Gubernur Koster juga menghadirkan hiburan pentas musik di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, pada hari yang sama mulai pukul 18.00 WITA.
“Musiknya dikemas untuk menciptakan suasana yang tenang, damai, lan becik, agar masyarakat dapat menikmati kebersamaan dengan nyaman,” pungkas Gubernur Koster. (*/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar