𝗥𝗔𝗠 𝟰𝗧𝗕 𝗣𝗲𝗰𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗥𝗲𝗸𝗼𝗿 𝗛𝗮𝗿𝗴𝗮, 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗠𝗮𝗵𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗼𝗿𝘀𝗰𝗵𝗲 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 03 Januari 2026

𝗥𝗔𝗠 𝟰𝗧𝗕 𝗣𝗲𝗰𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗥𝗲𝗸𝗼𝗿 𝗛𝗮𝗿𝗴𝗮, 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗠𝗮𝗵𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗼𝗿𝘀𝗰𝗵𝗲

RAM 4TB Pecahkan Rekor Harga, Lebih Mahal dari Porsche

Lensabali.id - Harga memori komputer kembali mencetak rekor fantastis. Untuk pertama kalinya, kit RAM berkapasitas 4TB dipasarkan dengan nilai setara mobil sport mewah seperti Porsche, menembus kisaran Rp 1,2 miliar. Angka tersebut menjadikannya salah satu komponen komputer termahal yang pernah beredar.

Lonjakan harga ini terjadi di tengah krisis global DRAM yang dipicu melonjaknya kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI). Permintaan besar dari pusat data membuat memori berkecepatan tinggi semakin langka dan mahal.

Salah satu contoh mencolok datang dari Nemix, perusahaan asal Amerika Serikat yang menyediakan solusi memori dan penyimpanan untuk lembaga pemerintah serta kontraktor industri. Di situs resminya, Nemix mencantumkan kit RAM DDR5 berkapasitas 4TB dengan banderol USD 77.000 atau sekitar Rp 1,2 miliar.

Paket tersebut terdiri dari 16 modul ECC RDIMM, masing-masing berkapasitas 256GB, dengan kecepatan 6.400 MT/s dan latensi CL52. Nilai itu bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan Porsche 718 Cayman yang dijual sekitar USD 75.000, serta melampaui harga SUV premium seperti Range Rover Evoque atau Land Rover Defender 110 versi standar.

Fenomena serupa juga terlihat di Amazon. Di platform tersebut, kit RAM server 2TB dengan konfigurasi 8 modul 256GB dijual seharga USD 38.999. Sementara itu, konfigurasi lain dengan 8 modul 128GB justru dibanderol lebih mahal, mencapai USD 45.999. Bahkan modul tunggal 64GB kini dijual di kisaran USD 99, jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun lalu.

Berdasarkan data pelacak harga CamelCamelCamel, harga kit RAM 2TB di Amazon melonjak hampir 20 persen dalam waktu kurang dari sebulan, dari sekitar USD 32.997 pada akhir November menjadi mendekati USD 38.999. Kenaikan ini mempertegas tekanan besar di pasar memori global, terutama untuk segmen DDR5.

Namun, dampak krisis ini tidak merata. DDR5 menjadi yang paling terdampak, sementara DDR4 masih relatif terjangkau. Sebagai perbandingan, kit RAM Nemix DDR4 2TB dijual sekitar USD 13.468, dan modul tunggal DDR4 256GB masih berada di kisaran USD 1.698. Perbedaan harga yang ekstrem ini membuat banyak perusahaan menunda migrasi ke DDR5, kecuali untuk kebutuhan komputasi kelas berat.

Lonjakan harga DRAM tak lepas dari demam AI. Model kecerdasan buatan generatif membutuhkan memori berkapasitas besar dengan bandwidth tinggi agar dapat berjalan optimal. Akibatnya, produsen chip dan perakit server berlomba mengamankan pasokan RAM dalam jumlah besar.

Laporan IDC memprediksi tekanan harga ini belum akan mereda dalam waktu dekat. Jika pasokan tetap ketat, harga PC dan ponsel pintar berpotensi naik hingga 8 persen tahun depan, dengan tekanan yang bisa berlanjut hingga 2027. Meski RAM bernilai miliaran rupiah ini bukan untuk konsumen rumahan, dampaknya berpotensi merembet ke harga perangkat teknologi di tingkat konsumen, demikian dilansir dari Techspot. (apn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar