BANGLI, Lensabali.id – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menjadi narasumber dalam Seminar Karang Taruna Sutra Utama Desa Susut yang mengusung tema “Harmoni Semesta: Sinergi Perempuan Bali dalam Literasi Digital dan Pelestarian Lingkungan”. Kegiatan ini berlangsung di Balai Banjar Pukuh, Desa Susut, Kabupaten Bangli, Sabtu (3/1).
Dalam pemaparannya, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital, termasuk penggunaan gawai, merupakan keniscayaan di era saat ini. Menurutnya, teknologi perlu dimanfaatkan secara cerdas dan maksimal untuk mendukung peningkatan kualitas hidup, produktivitas, serta sebagai sarana refleksi dan evaluasi diri.
“Cara-cara konvensional kini semakin berkurang. Teknologi digital memungkinkan kita tetap terhubung, berbagi informasi, dan belajar meskipun berada di tempat yang berjauhan,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran strategis perempuan dalam menjaga harmoni semesta, yakni keseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Ny. Putri Koster mengingatkan bahwa keberlanjutan kehidupan sangat bergantung pada cara manusia memperlakukan lingkungannya.
“Kalau manusia tidak merawat alam, maka alam juga tidak akan mampu menopang kehidupan secara berkelanjutan. Harmoni semesta itu tentang keseimbangan antara kemajuan zaman dan kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Terkait pengelolaan sampah, ia mengingatkan bahwa persoalan lingkungan telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, sehingga praktik pembuangan sampah sembarangan maupun pembakaran sampah tidak diperkenankan. Ia juga menyoroti pentingnya pengurangan sampah plastik sekali pakai serta penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber.
Ny. Putri Koster mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah tangga, seperti mengolah sisa dapur ke dalam tong komposter dan menyalurkan sampah anorganik ke fasilitas pengelolaan sampah di masing-masing wilayah. Menurutnya, peran kepala desa sangat menentukan keberhasilan pengelolaan lingkungan melalui keteladanan dan penggerakan perangkat desa.
Menutup pemaparannya, Ny. Putri Koster mengajak perempuan dan generasi muda untuk aktif menyebarkan edukasi literasi digital serta kepedulian lingkungan kepada lingkungan terdekat. Ia juga mengungkapkan rencana bahwa mulai tahun 2026, TP PKK dan Posyandu akan melaksanakan kegiatan Kulkul PKK dan Posyandu secara rutin setiap bulan pada minggu pertama.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Susut, Ny. Tri Wikrama Perdani Apriyanta, menyampaikan bahwa peran perempuan menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya terkait isu pengelolaan sampah yang kian mengemuka. Ia menekankan pentingnya kearifan lokal perempuan Desa Susut sebagaimana tertuang dalam program Pokja III dan IV PKK.
Ia juga mengangkat nilai budaya lokal seperti peringatan Tumpek sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian alam. Menurutnya, semangat tersebut diwujudkan melalui gotong royong, perlindungan mata air, serta pemilahan sampah sejak dari rumah.
Ny. Tri Wikrama Perdani Apriyanta menambahkan bahwa ke depan Desa Susut akan mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah, mengingat sebagian besar sampah berasal dari rumah tangga. Oleh karena itu, ia mengimbau para ibu rumah tangga agar tidak membakar sampah, melainkan mengelolanya secara bijak.
Selain seminar, rangkaian kegiatan Susut Festival juga diisi dengan penanaman pohon sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Ia berharap pemanfaatan teknologi digital dapat dilakukan secara bertanggung jawab, sekaligus menginspirasi peserta untuk menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. (hms/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar