𝗥𝗽 𝟮 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿 𝗗𝗶𝘂𝘀𝘂𝗹𝗸𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗔𝗺𝗯𝗹𝗲𝘀 𝗝𝘂𝘄𝘂𝗸 𝗕𝗮𝗹𝗶–𝗣𝗲𝗻𝗮𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 16 Januari 2026

𝗥𝗽 𝟮 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿 𝗗𝗶𝘂𝘀𝘂𝗹𝗸𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗔𝗺𝗯𝗹𝗲𝘀 𝗝𝘂𝘄𝘂𝗸 𝗕𝗮𝗹𝗶–𝗣𝗲𝗻𝗮𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻

Rp 2 Miliar Diusulkan untuk Perbaikan Jalan Ambles Juwuk Bali–Penatahan

BANGLI, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Bangli berencana mengajukan anggaran sebesar Rp 2 miliar melalui APBD pergeseran untuk memperbaiki jalan penghubung Desa Adat Juwuk Bali dan Desa Adat Penatahan yang ambles akibat longsor. Kerusakan parah pada jalur tersebut membuat akses warga terputus total.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangli, Dewa Agung Suryadarma, mengatakan ruas jalan di Desa Juwuk Bali menjadi titik kerusakan terparah. Perbaikan direncanakan menggunakan konstruksi jembatan dengan lebar sekitar 18 meter.

“Jalan di Desa Juwuk Bali itu paling parah. Kalau (perbaikan) dengan konstruksi jembatan lebarnya 18 meter, hampir Rp 2 miliar (biayanya),” ujar Suryadarma, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, anggaran tersebut masih dalam tahap pengajuan. Jika disetujui dan masuk ke APBD pergeseran, pengerjaan bisa dimulai pada Februari 2026. Namun, apabila masuk ke APBD perubahan, pelaksanaan baru dimungkinkan pada Agustus 2026.

“Karena APBD 2026 sudah digedok Oktober 2025. Nah baru ada bencana tanah longsornya bulan Desember 2025. Tapi, tetap nanti pertimbangan Pak Bupati, mana yang penting dan mana yang ditunda,” jelasnya.

Selain jalur Juwuk Bali–Penatahan, Pemkab Bangli juga mengusulkan total anggaran Rp 3,5 miliar untuk menangani beberapa ruas lain yang terdampak longsor, yakni Jalan Penatahan–Manuk, Jalan Mancingan–Selat, Jalan Sribatu–Malet di Kecamatan Susut, serta Jalan Bebalang–Taman Bali dan Jalan Penelokan–Batur di Kecamatan Kintamani.

“Harus segera mendapat penanganan bencana. Paling cepat (terealisasi) di APBD pergeseran,” tegas Suryadarma.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan terputus total, dengan rongga longsoran menganga dari sisi utara hingga selatan badan jalan. Pembatas besi jatuh ke dasar longsor yang tersambung dengan sungai, sementara kabel listrik tampak menjuntai. Saat ini, palang bambu dipasang di kedua sisi jalan untuk menutup akses kendaraan, menyisakan jalan setapak yang hanya bisa dilalui pejalan kaki.

Warga Desa Juwuk Bali, Nyoman Diarta, mengatakan jalur tersebut merupakan satu-satunya jalan alternatif yang biasa digunakan warga menuju Kota Bangli maupun dari arah Tampaksiring, Gianyar.

“Saya biasa ke Bangli cuma tujuh menit kalau lewat jalan ini. Sekarang saya dan warga lain harus memutar ke Desa Demulih dan Desa Manuk. Perjalanan jadi 20 menit. Lumayan jauh,” keluhnya.

Menurut Diarta, longsor sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Desember 2025 dan awalnya hanya mengenai sebagian badan jalan. Namun, curah hujan tinggi membuat kerusakan meluas hingga seluruh ruas ambles. “Kalau sudah musim hujan, di sini hampir tiap hari hujan. Warga yang lewat jalan kaki juga jarang. Bahaya itu,” pungkasnya. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar