Optimalkan Aset Daerah, Jaga Kesehatan dan Daya Saing Bank
DENPASAR, Lensabali.id – Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan langkah strategis dengan menambah penyertaan modal sebesar Rp445 miliar kepada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat permodalan bank daerah sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali secara berkelanjutan.
Rencana tersebut tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Bali tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT BPD Bali yang saat ini tengah diajukan untuk dibahas bersama DPRD Provinsi Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, tambahan penyertaan modal tersebut tidak membebani keuangan daerah karena bersumber dari optimalisasi aset milik Pemerintah Provinsi Bali. Dari total nilai Rp445 miliar, sebesar Rp300 miliar berasal dari kerja sama pemanfaatan lahan seluas 39,8 hektare di kawasan Nusa Dua, sementara Rp145 miliar lainnya berasal dari pemanfaatan lahan Pemprov Bali di kawasan Renon.
Dengan skema tersebut, kepemilikan saham Pemerintah Provinsi Bali di BPD Bali yang sebelumnya mencapai Rp839 miliar diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp1,2 triliun.
Menurut Koster, kebijakan ini bukan sekadar penguatan modal, melainkan investasi daerah yang memberikan manfaat fiskal jangka panjang. “Dengan asumsi imbal hasil sekitar 25 persen, Pemprov Bali berpotensi memperoleh laba kurang lebih Rp111 miliar per tahun,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan permodalan mutlak diperlukan agar BPD Bali tetap sehat sekaligus memiliki kapasitas yang lebih besar dalam mengelola perputaran dana masyarakat dan pemerintah daerah. “Supaya BPD kita makin besar modalnya dan tetap sehat, sehingga uang bisa berputar dan menjadikan BPD semakin kuat,” kata Koster.
Lebih lanjut, Koster menekankan bahwa penguatan BPD Bali akan berdampak langsung pada sektor ekonomi kerakyatan. Peningkatan kapasitas pembiayaan diharapkan memperluas akses permodalan bagi UMKM, industri kecil menengah (IKM), hingga koperasi di seluruh Bali.
Ia juga menyoroti kinerja BPD Bali yang selama ini dinilai sangat baik, khususnya dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). “BPD Bali adalah penyalur KUR terbaik di antara bank-bank di Indonesia. Karena itu, BPD Bali harus kita dukung bersama,” tegasnya.
Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, Pemprov Bali berharap dukungan penuh DPRD Provinsi Bali agar pembahasan Raperda Penyertaan Modal Daerah dapat berjalan efektif dan tidak berlarut-larut. “Saya mohon dukungan anggota Dewan agar Perda ini dibahas cepat. Target saya, dalam dua minggu sudah selesai,” pungkas Koster. (*/ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar