DENPASAR, Lensabali.id - Pemerintah Provinsi Bali akan menggelar Hari Arak Bali ke-6 pada Kamis (29/1/2026) di The Westin Resort Nusa Dua–Bali International Convention Centre (BICC). Perayaan tahun ini mengusung tema Local Spirit Goes to Global, yang menegaskan komitmen membawa arak dan brem Bali ke level internasional.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali, I Wayan Jarta, menjelaskan tema tersebut dipilih untuk mendorong arak dan brem tidak hanya diposisikan sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai produk modern yang aman dan berdaya saing global.
“Arak dan brem Bali kan berangkat dari tradisi dan budaya. Sekarang arahnya kami dorong pengelolaannya semakin tertata, aman, dan bisa bersaing termasuk di internasional,” ujar Wayan Jarta, Rabu (28/1/2026).
Hari Arak Bali ke-6 akan melibatkan sekitar 500 pemangku kepentingan, mulai dari petani bahan baku, perajin, koperasi, produsen, distributor, hingga pelaku pariwisata, perhotelan, regulator, dan kementerian terkait.
“Kami ingin semua pihak duduk bersama. Dari produksi, distribusi, sampai produksi semua disatukan,” imbuhnya.
Wayan Jarta menambahkan, perkembangan industri arak dan brem Bali tidak terlepas dari implementasi Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 yang telah berjalan enam tahun. Hingga kini, tercatat 58 merek arak dan brem Bali telah berproduksi secara legal di bawah naungan 18 koperasi.
“Data itu menunjukkan industrinya sudah tumbuh. Tantangannya sekarang bagaimana ekosistem ini bisa berkelanjutan dan memberi manfaat dari petani sampai industri,” ujarnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar