BULELENG, Lensabali.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng menemukan 14 orang dengan hasil tes urine positif narkoba setelah menggelar pemeriksaan di 19 lokasi selama dua bulan terakhir. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Pemeriksaan dipimpin Kepala BNNK Buleleng, Komang Yuda Murdianto, bersama Tim Rehabilitasi dan Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M). Sasaran kegiatan mencakup aparatur pemerintah, pejabat struktural, pegawai, petugas lapangan, pelajar, hingga masyarakat umum.
"Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 14 orang diketahui memiliki hasil tes urine positif terhadap zat yang diperiksa. Zat yang terdeteksi di antaranya amfetamin, metamfetamin, dan benzodiazepin," kata Yuda, Minggu (1/11/2026).
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan di antaranya Kantor Desa Bengkala, SMP Negeri 3 Tejakula, SMP Negeri 4 Seririt, Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, RSUD Buleleng, dan RSUD Giri Emas.
Pemeriksaan juga menjangkau Kantor Camat Buleleng, BKPSDM, PDAM, BPBD, BKAD, Bappenda, DPMPTSP, Satpol PP, hingga Pelabuhan Celukan Bawang. Selain itu, kegiatan dilakukan di wilayah Kecamatan Sukasada serta Kantor Desa Patemon, Subuk, Unggahan, dan Banjar Tegeha.
Terhadap 14 orang yang dinyatakan positif, BNNK Buleleng melalui Tim Rehabilitasi melakukan pendalaman untuk mengetahui riwayat penggunaan zat. Selanjutnya, mereka diarahkan memperoleh penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Bagi yang memerlukan penanganan lanjutan, BNNK memberikan rekomendasi maupun rujukan rehabilitasi. Salah satu fasilitas yang dituju adalah Rumah Sakit Manah Shanti Mahottama di Bangli untuk menjalani rehabilitasi rawat inap.
Selain pemeriksaan, BNNK Buleleng terus memperkuat pencegahan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika. Deteksi dini dinilai penting agar indikasi penyalahgunaan dapat diketahui dan segera ditangani.
Ke depan, BNNK Buleleng juga berencana meningkatkan kerja sama dengan TNI dan Polri melalui operasi bersama. Sinergi lintas instansi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan serta menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Buleleng. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar