BADUNG, Lensabali.id – Kawasan penginapan Pelaga Eco Park di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, mengalami kerusakan parah setelah diterjang longsor pada Minggu (1/11/2026) malam. Hingga Senin (2/11/2026), dua tamu yang menempati salah satu bangunan glamping masih belum ditemukan.
Bangunan Room 6 yang dihuni kedua tamu tersebut dilaporkan hanyut tersapu material longsor dari tebing dengan ketinggian sekitar 50–70 meter. Kondisi lokasi penginapan pun tampak porak-poranda saat dipantau pada Senin.
Dari enam bangunan glamping yang tersedia, satu unit hanyut, sementara lima lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari ringan hingga berat akibat material longsor susulan. Area taman di sekitar penginapan juga rusak dan tertimbun tanah.
Tim SAR gabungan telah melakukan penanganan darurat dengan mengerahkan pompa air, anjing pelacak, serta melakukan penyisiran sungai. Namun, pencarian belum membuahkan hasil pada hari pertama karena terkendala cuaca dan kondisi medan yang tertutup material longsor.
Salah satu pemilik Pelaga Eco Park, Gus Tu, mengatakan staf sebenarnya telah mengarahkan para tamu yang berada di blok bawah untuk berpindah ke tempat lebih aman. Namun, sebagian penghuni disebut masih memilih bertahan di kamar masing-masing.
"Ya oleh staf saya sudah dikasih tahu untuk pindah, ke tempat yang tidak kena longsor sekarang," tutur Gus Tu.
Gus Tu mengaku tidak mengetahui secara langsung kejadian tersebut karena masih berada di Denpasar. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari staf, beberapa tamu sempat berteriak untuk memperingatkan adanya longsor.
Saat pekerja memeriksa lokasi, Room 6 yang ditempati dua tamu tersebut sudah tidak ada karena tersapu longsor. Halaman penginapan juga telah tertutup material tanah.
Dari enam kamar yang tersedia, empat di antaranya sedang ditempati tamu. Seluruh tamu kemudian dievakuasi ke area restoran untuk beristirahat sementara sambil menunggu proses penanganan.
"Tapi sekarang tamu sudah pada pulang masing-masing. Untuk cerita detail, saya tak tahu, hanya itu yang saya dapat dari staf," katanya.
Gus Tu menjelaskan, pemesanan kamar awalnya dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia bernama Bangkit Mubarok. Sementara itu, seorang tamu pria warga negara asing yang identitasnya belum diketahui datang dan bergabung pada waktu berbeda sehingga tidak tercatat dalam pemesanan.
"Ya, datang beda-beda," singkatnya.
Tim SAR gabungan dijadwalkan melanjutkan pencarian pada Selasa (3/11/2026). Operasi tidak dapat diteruskan hingga malam hari karena kondisi lokasi belum memungkinkan. Hingga pencarian hari pertama berakhir, kedua tamu yang diduga terseret material longsor masih belum ditemukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar