𝗕𝗮𝘆𝗶 𝗟𝗮𝗸𝗶-𝗟𝗮𝗸𝗶 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗸 𝗕𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘄𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗹𝗼𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝗸𝗮𝗻, 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗦𝗲𝗹𝗶𝗱𝗶𝗸𝗶 𝗗𝘂𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝘂𝗻𝘂𝗵𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 05 November 2026

𝗕𝗮𝘆𝗶 𝗟𝗮𝗸𝗶-𝗟𝗮𝗸𝗶 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗸 𝗕𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘄𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗹𝗼𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝗸𝗮𝗻, 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗦𝗲𝗹𝗶𝗱𝗶𝗸𝗶 𝗗𝘂𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝘂𝗻𝘂𝗵𝗮𝗻


Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa di Selokan Kerobokan, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

BADUNG, Lensabali.id - Warga dikejutkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki di sebuah saluran air di wilayah Kerobokan. Bayi tersebut ditemukan dalam posisi terlentang dengan tali pusar yang masih menempel di tubuhnya. Kondisinya yang mengenaskan turut mengundang perhatian setelah ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

Penemuan itu bermula ketika seorang saksi hendak buang air kecil di sekitar lokasi. Awalnya, ia mengira benda yang mengapung di saluran air tersebut merupakan boneka atau bangkai hewan. Namun, setelah didekati, saksi baru menyadari bahwa benda itu adalah jasad seorang bayi.

Polisi membenarkan temuan tersebut. Lokasi penemuan berada di saluran air yang bersebelahan dengan sebuah pabrik mebel dan kawasan persawahan. Petugas bersama aparat desa setempat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi serta mengevakuasi jasad bayi.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Badung dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kasus tersebut.

"Kami langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Badung. Sejumlah saksi di sekitar lokasi sudah kami kumpulkan dan kami selidiki untuk mengejar orangtua bayi ini," kata Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana.

Berdasarkan pemeriksaan awal, jasad bayi diperkirakan telah meninggal lebih dari 48 jam sebelum ditemukan dan mulai mengalami pembusukan. Petugas juga mendapati sejumlah luka, termasuk luka robek yang diduga akibat tusukan benda tajam.

"Hasil pemeriksaan itu ada luka robek selebar 1 cm di dada diduga tusukan dan bagian kepala luka, tangan kanan dan telapak kaki," ujar Sukadana.

Sementara itu, pemeriksaan awal dokter Puskesmas Kuta Utara mengindikasikan bayi tersebut dilahirkan dalam kondisi cukup umur atau usia kandungan sekitar sembilan bulan.

Setelah proses identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP) rampung, jasad bayi dievakuasi menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) Badung menuju Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah, Denpasar. Evakuasi dilakukan sekitar pukul 11.35 Wita untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami memprioritaskan pemindahan jenazah supaya pemeriksaan forensik bisa segera. Unit Reskrim sudah turun menyelidiki memburu orang tua biologis bayi ini, apa motifnya," tegas Sukadana.

Polisi kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri identitas orang tua biologis bayi dan mengungkap penyebab serta latar belakang kematian korban. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar