DENPASAR, Lensabali.id - Fahrur, pemancing asal Jember, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Tukad Badung, Denpasar. Korban dilaporkan terjatuh ke sungai sekitar pukul 14.00 Wita dan ditemukan tim Basarnas Bali lebih dari tiga jam kemudian.
Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 15.50 Wita. Tim rescue kemudian langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
"Kami terima informasi pukul 15.50 Wita oleh warga. Lalu kami melakukan pencarian dan menemukan korban setengah 6 sore," ujar Sidakarya.
Pencarian awal dilakukan dengan mengukur kedalaman sungai. Setelah itu, petugas menggunakan peralatan selam untuk menyisir area tempat Fahrur diduga pertama kali memancing sekaligus terjatuh.
Dua personel kemudian turun menyusuri bagian sungai di sekitar lokasi. Setelah ditemukan, jenazah Fahrur dievakuasi petugas bersama warga dan dibawa ke RSUP Prof Ngurah menggunakan kendaraan BPBD Denpasar.
Penyelidikan Polisi
Polsek Denpasar Barat turut melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi kematian Fahrur. Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui datang ke Tukad Badung untuk memancing bersama dua rekannya, Agus Arif Afandi (25) dan M Sodiq (44).
Ketiganya memilih lokasi berbeda untuk memancing. Sodiq berada di pinggir sungai, Agus memancing dari atas jembatan, sedangkan Fahrur memilih titik di bawah jembatan.
Saat sedang memancing, Agus melihat Fahrur melepas topi dan bajunya, kemudian meletakkan tas di atas batu. Setelah itu, Fahrur melompat ke sungai sambil melambaikan tangan dan tersenyum.
"Saksi mengira korban bisa berenang. Namun, tidak berselang lama, korban tenggelam ke bawah dan tidak muncul lagi," terang Adi.
Agus dan Sodiq sempat berupaya menyelamatkan Fahrur dengan melompat ke sungai dan melakukan pencarian. Namun, keduanya tidak berhasil menemukan korban hingga akhirnya tim Basarnas Bali datang dan menemukan Fahrur dalam kondisi sudah meninggal dunia. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar