DENPASAR, Lensabali.id - Dua bangunan di Denpasar terbakar setelah kembang api meledak saat sedang dirakit. Kebakaran tersebut melanda rumah kontrakan yang digunakan untuk menyimpan peralatan jasa dekorasi serta sebuah bengkel cat motor di seberangnya.
Pemilik kontrakan, M. Ali (53), menjelaskan bangunan tersebut bukan merupakan tempat produksi maupun gudang kembang api. Kembang api dibeli untuk kebutuhan pertunjukan dan dirakit sebelum dibawa ke lokasi acara.
"Jadi kami beli (kembang api), kami rakit untuk show. Ini kan bukan gudang, jadi ini rumah kontrakan. Kami rakit, baru kami bawa (kembang api)," ungkap Ali saat ditemui di lokasi kebakaran.
Ali mengatakan kejadian bermula ketika karyawannya tengah merakit kembang api untuk kebutuhan pertunjukan di Karangasem dan Nusa Penida. Saat proses perakitan, karyawan tersebut menggunakan lakban.
Namun, kembang api tiba-tiba meledak. Ledakan tersebut kemudian memicu api yang menyambar kain-kain dekorasi di dalam bangunan sehingga kobaran api dengan cepat membesar.
"Awalnya kami lagi masangin lakban, tahu-tahu meledak sendiri. Kami kan orang dekorasi, jadi larinya ke kain-kain itu, semakin besar apinya," tuturnya.
Api yang membesar diduga kemudian menyambar bangunan bengkel cat motor yang berada di seberang kontrakan. Akibatnya, bangunan bengkel tersebut ikut terbakar hingga mengalami kerusakan.
Dalam peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka bakar. I Made Gede (35) mengalami luka bakar dan dirujuk ke Rumah Sakit Dharma Yadnya, sedangkan Tina Kustina (22) mengalami luka bakar ringan.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti ledakan dan kebakaran tersebut. Kedua lokasi yang terbakar juga telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar