𝗗𝘂𝗮 𝗞𝗶𝗼𝘀 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗟𝘂𝗱𝗲𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿, 𝗦𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿 𝗟𝗲𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗶𝗿𝗶𝗽 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗔𝗽𝗶 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 24 September 2026

𝗗𝘂𝗮 𝗞𝗶𝗼𝘀 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗟𝘂𝗱𝗲𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿, 𝗦𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿 𝗟𝗲𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗶𝗿𝗶𝗽 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗔𝗽𝗶

Dua Kios di Denpasar Ludes Terbakar, Saksi Dengar Ledakan Mirip Kembang Api

DENPASAR, Lensabali.id - Dua kios yang berdempetan di Jalan Padma, Tonja, Denpasar Timur, terbakar pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 05.15 Wita. Bangunan yang digunakan sebagai toko sol sepatu dan toko canang tersebut ludes dilalap api.

Salah seorang saksi, Lindayani (66), mengetahui kebakaran saat sedang menunaikan salat Tahajud bersama cucunya. Mereka tiba-tiba mendengar suara ledakan dari arah dua kios di seberang rumah.

"Suaranya kayak kembang api, pikir saya siapa jam segini ngidupin kembang api. Begitu saya tahu kalau kebakaran karena bau asap langsung loncat saya lepas mukena," ujar Lindayani saat ditemui di lokasi, Rabu.

Lindayani yang sehari-hari berjualan pakan hewan di toko tepat di seberang lokasi kemudian melihat api sudah membesar di dalam kedua kios. Saat itu, kobaran belum mencapai bagian atap bangunan.

"Pas saya lihat apinya sudah besar, bagian dalam sudah membara hanya belum ke atap aja," tuturnya.

Cucunya kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Lindayani juga berusaha menghubungi pemilik toko sol sepatu karena menyimpan nomor teleponnya.

"Cucu saya menghubungi pemadam, cepet pak cepet Pak, ini apinya udah jadi," ujar Lindayani menirukan percakapan saat meminta bantuan.

Sambil menunggu petugas, warga sekitar berdatangan dan berusaha melakukan penanganan awal. Mereka mendobrak pintu seng untuk membuka akses sekaligus mencoba mencegah api semakin meluas.

"Cucu saya dibantu warga lain bantu dobrak pintu yang dari seng, bantu madamin api," kata Lindayani.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar mengerahkan enam unit kendaraan ke lokasi. Namun, Lindayani menyebut api sudah membesar ketika petugas tiba.

"Pemadamnya datang udah jadi apinya, setengah jam belum datang, soalnya jauh mungkin," ujarnya.

Kedua kios merupakan bangunan kecil yang berdempetan dengan sejumlah material mudah terbakar. Pada toko canang, sebagian dinding bahkan menggunakan material triplek. Toko sol sepatu menjual aksesori, tas, sol sepatu, jasa cuci sepatu hingga sadel motor. Sementara toko canang menyediakan bunga, ceper dan berbagai sarana upacara adat.

Saat kebakaran terjadi, kedua toko dalam keadaan kosong. Toko canang biasanya mulai beroperasi sekitar pukul 06.00 Wita dan dijaga dua orang karyawati.

Lindayani menduga kebakaran berkaitan dengan masalah arus listrik. Ia juga menilai ledakan yang terdengar bukan berasal dari tabung gas.

"Kalau saya menduganya mungkin karena arus listrik, kalau ledakan gas sepertinya bukan soalnya yang punya toko kalau makan pasti beli nasi di warung," ujarnya.

Sehari sebelum kebakaran, pemilik toko sol sepatu disebut baru berpamitan kepada Lindayani. Pemilik tersebut dikabarkan hendak pulang ke kampung halamannya di Surabaya.

"Kemarin malam baru saja pamit sama saya, mau pulang motoran sendiri ke Surabaya," kata Lindayani.

Menurut Lindayani, toko sol sepatu itu baru sekitar dua tahun beroperasi di lokasi tersebut. Pemiliknya tinggal seorang diri di Denpasar, sementara anak dan istrinya berada di Surabaya. Adapun usaha toko canang disebut sudah lebih lama berjalan.

"Kalau yang toko sepatu baru dua tahunan. Dia di sini sendiri, katanya di rumah ada anak istrinya di Surabaya, kalau dagang canang udah lama," ujarnya.

Petugas akhirnya berhasil memadamkan api setelah melakukan penanganan di lokasi. Tidak ada korban karena kedua kios dalam keadaan kosong saat kejadian.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Begitu pula dengan total kerugian akibat terbakarnya dua kios tersebut yang hingga kini masih dalam pendataan. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar