𝗕𝘂𝗹𝗲 𝗔𝘂𝘀𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝗮 𝗕𝗶𝗸𝗶𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗶𝗯𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗰𝗮𝘁𝘂, 𝗟𝗲𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗚𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘃𝗶𝗻𝗴 𝗕𝗹𝗼𝗸 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 11 September 2026

𝗕𝘂𝗹𝗲 𝗔𝘂𝘀𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝗮 𝗕𝗶𝗸𝗶𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗶𝗯𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗰𝗮𝘁𝘂, 𝗟𝗲𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗚𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘃𝗶𝗻𝗴 𝗕𝗹𝗼𝗸

Bule Australia Bikin Keributan di Pecatu, Lempar Gelas dan Paving Blok

BADUNG, Lensabali.id - Seorang warga negara asing (WNA) asal Australia berinisial JDB diamankan polisi setelah membuat keributan di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Pria tersebut diduga melempar gelas ke pekarangan restoran hingga paving blok ke papan reklame sebuah pub.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan kejadian bermula ketika JDB datang ke restoran Youtopia Bali Smoothie menggunakan sepeda motor Yamaha XMax berwarna hitam.

Setibanya di lokasi, JDB melempar sebuah gelas ke dalam pekarangan restoran. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 13.25 Wita, ia berjalan menuju trotoar di depan Gabets Pub dan kembali membuat keributan.

"Seorang WNA tersebut melempar satu buah gelas ke dalam pekarangan Youtopia Bali Smoothie, kemudian sekitar pukul 13.25 Wita, WNA tersebut berjalan ke arah trotoar depan Gabets pub membuat keributan," jelas Adi, Kamis (10/9/2026).

Di depan Gabets Pub, JDB disebut mengucapkan sejumlah kata kasar dalam bahasa Inggris. Aksinya berlanjut dengan melempar paving blok ke arah papan reklame milik manajemen pub yang terbuat dari kaca.

"Melempar gelas di Restaurant seberang kemudian melempar paving blok ke arah papan reklame milk management yang terbuat dari kaca," jelasnya.

Lemparan tersebut membuat kaca papan reklame pecah. Keributan yang terjadi juga membuat sejumlah pengunjung di sekitar lokasi merasa ketakutan.

Pihak Gabets Pub kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Selatan. Polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan JDB pada Rabu (9/9/2026).

Dalam pemeriksaan, JDB mengakui perbuatannya. Kepada polisi, ia mengaku emosinya tidak terkendali setelah mengalami tekanan akibat persoalan keluarga.

"Karena stress diakibatkan masalah keluarga, sehingga emosinya tidak terkontrol," jelas Adi.

Setelah kejadian tersebut, pihak pelaku dan korban melakukan mediasi. Keduanya kemudian sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan memilih menempuh jalan damai. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar