𝗧𝗲𝗴𝘂𝗿 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗿, 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗜𝗻𝗴𝗴𝗿𝗶𝘀 𝗕𝗲𝗿𝘂𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗿𝗼𝘆𝗼𝗸 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 21 Agustus 2026

𝗧𝗲𝗴𝘂𝗿 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗿, 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗜𝗻𝗴𝗴𝗿𝗶𝘀 𝗕𝗲𝗿𝘂𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗿𝗼𝘆𝗼𝗸 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹


Tegur Pelaku di Bar, Pria Inggris Berujung Dikeroyok hingga Meninggal

DENPASAR, Lensabali.id - Polresta Denpasar masih menyelidiki kasus pengeroyokan yang menewaskan warga negara Inggris, Paul Innes Dougan. Insiden tersebut terjadi di sebuah bar di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada Rabu (5/8/2026).

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, keributan bermula ketika Paul menegur salah satu orang yang berada di bar tersebut. Sebelumnya, saksi melihat salah satu terduga pelaku lebih dahulu menegur seorang perempuan di tempat hiburan itu.

"Salah satu pelaku tidak terima yang kemudian empat orang tersebut memukul korban," ungkap Adi, Jumat (21/8/2026).

Akibat pengeroyokan itu, Paul mengalami sejumlah luka, termasuk lebam pada bagian wajah. Ia juga disebut mengalami kesulitan berjalan. Namun, korban baru memperoleh penanganan medis tiga hari setelah kejadian.

Dalam penyelidikan sementara, polisi telah mengidentifikasi empat orang yang diduga terlibat. Keempatnya merupakan warga negara Australia berinisial RGG, PAM, JRM, dan TRZ.

Namun, keempat terduga pelaku diketahui telah meninggalkan Indonesia sehari setelah kejadian. Berdasarkan catatan perlintasan imigrasi, mereka bertolak ke Australia pada 6 Agustus 2026.

"Keempat orang tersebut berdasarkan data perlintasan keimigrasian tercatat telah meninggalkan wilayah Indonesia pada 6 Agustus 2026," tutur Adi.

Polisi hingga kini masih mendalami penyebab pasti kematian Paul. Untuk memastikan hal tersebut, penyidik akan berkoordinasi dengan dokter forensik guna melakukan autopsi terhadap jenazah korban di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.

"Untuk itu penyidik akan berkoordinasi dengan dokter forensik agar dilakukan proses autopsi pada jenazah," pungkasnya.

Paul sebelumnya menjalani perawatan hampir dua pekan setelah diduga menjadi korban pengeroyokan. Ia akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit BIMC pada Kamis (20/8/2026).

Kasus tersebut sebelumnya juga disampaikan oleh anak korban, Liam Michael Dougan, melalui akun Instagram pribadinya. Liam menyebut ayahnya sempat dirawat di ruang ICU sebelum meninggal.

Dalam unggahannya, Liam juga menyebut Paul mengalami patah tulang rusuk, menjalani tiga kali operasi, serta membutuhkan empat kali transfusi darah. Polisi telah meminta keterangan Liam sebagai bagian dari proses pendalaman perkara. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar