𝗚𝘂𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗶𝗺𝗽𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗹𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝘁𝗲𝗻 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗿𝗶𝘁 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝗥𝗽 𝟮𝟬𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 01 Agustus 2026

𝗚𝘂𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗶𝗺𝗽𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗹𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝘁𝗲𝗻 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗿𝗶𝘁 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝗥𝗽 𝟮𝟬𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮

Gudang Penyimpanan Perlengkapan Banten di Seririt Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta

BULELENG, Lensabali.id – Sebuah gudang di wilayah Seririt, Kabupaten Buleleng, hangus terbakar setelah diduga dipicu kebocoran tabung gas saat aktivitas memasak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul dari tabung gas yang diduga mengalami kebocoran ketika digunakan memasak.

"Menurut keterangan saksi, api berasal dari tabung gas yang diduga bocor saat digunakan memasak. Kobaran api kemudian menyambar alat-alat banten sehingga api semakin besar dan menghanguskan bangunan gudang," ujar Yohana, Jumat (31/7/2026).

Gudang tersebut diketahui milik Kadek Agus Mardana (42), seorang guru yang tinggal di lokasi kejadian. Sebelum kebakaran terjadi, seorang pekerja tengah memasak menggunakan kompor gas sekitar pukul 08.00 Wita.

Sekitar satu jam kemudian, tabung gas dilaporkan mengalami kebocoran hingga memicu kobaran api. Para pekerja sempat berupaya memadamkan api menggunakan air dan menutup tabung dengan handuk basah. Namun, usaha tersebut tidak berhasil menghentikan penyebaran api.

Kobaran api terus membesar setelah menyambar perlengkapan upacara yang tersimpan di dalam gudang. Para pekerja akhirnya memilih menyelamatkan diri sambil meminta bantuan warga sekitar.

Untuk mengendalikan situasi, sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, terdiri dari dua unit Damkar Buleleng, dua unit Damkar Seririt, dan satu unit Damkar Celukan Bawang. Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 11.15 Wita.

Yohana memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

"Korban jiwa nihil. Kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp 200 juta," katanya.

Pasca kejadian, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan PLN. Namun, pemilik gudang memutuskan tidak membuat laporan resmi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Korban tidak ingin melaporkan kejadian tersebut dan mengikhlaskan peristiwa ini sebagai musibah dengan membuat surat pernyataan," pungkas Yohana. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar