𝗣𝗲𝗺𝗲𝗱𝗲𝗸 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀 𝗞𝗼𝗿𝗶 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗺𝗮𝗻𝗮𝘀, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗦𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗠𝗶𝘀𝗸𝗼𝗺𝘂𝗻𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 09 Agustus 2026

𝗣𝗲𝗺𝗲𝗱𝗲𝗸 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀 𝗞𝗼𝗿𝗶 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗺𝗮𝗻𝗮𝘀, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗦𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗠𝗶𝘀𝗸𝗼𝗺𝘂𝗻𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶

Pemedek Pura Tangkas Kori Agung Sempat Memanas, Pengurus Sebut Miskomunikasi

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Situasi di kawasan Pura Tangkas Kori Agung sempat memanas setelah ratusan pemedek yang mengatasnamakan Pasemetonan Tangkas Kori Agung Bali-Nusantara datang ke lokasi. Kedatangan mereka mendapat pengamanan dari aparat kepolisian di tengah adanya persoalan internal terkait proses pembangunan pura.

Ketegangan terjadi setelah para pemedek mendapati gerbang pura dalam kondisi tertutup. Koordinator pemedek, Ida Bhawati Hermawan Tangkas, kemudian menyampaikan keberatan dan meminta agar rombongan dapat masuk untuk melaksanakan persembahyangan sekaligus mengikuti paruman agung.

"Sejauh ini memang belum ada titik temu dari warga (Pasemetonan) seluruh Bali dan pengempon. Hari ini kami mencoba mengadakan paruman agung dengan tujuan ada titik temu, sehingga dapat jadi acuan bagi Pasemetonan," jelas Hermawan dalam keterangannya, Minggu.

Sebelumnya, beredar poster yang mengajak seluruh pratisentana Tangkas Kori Agung Bali-Nusantara mengikuti persembahyangan bersama dan paruman agung. Perbedaan pandangan mengenai pembangunan pura kemudian disebut menjadi latar belakang munculnya ketegangan.

Namun, Sekretaris Pasemetonan Tangkas Kori Agung, Made Wijaya, membantah adanya konflik internal. Menurutnya, situasi yang terjadi di pintu masuk pura hanya disebabkan miskomunikasi karena akses sedang ditutup selama proses pembangunan berlangsung.

"Sebenarnya tidak ada apa-apa. Pintu gerbang ditutup karena ada bahan bangunan, khawatir bahan-bahan hilang," kata Wijaya.

"Ini miskomunikasi. Namanya pembangunan pura, ada seperti ini masukannya, semua cari benar. Dari pihak saya (pengurus) harus bisa mengelola semua itu, agar semuanya jalan tapi tidak boleh lepas dari bisama," imbuhnya.

Wijaya juga menegaskan pengurus tidak mempermasalahkan kedatangan ratusan pemedek. Ia justru menyebut kehadiran mereka dapat menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan pura sekaligus melaksanakan persembahyangan.

"Kedatangan pemedek ini juga bagus, mereka melihat langsung pembangunan pura, sambil mereka sembahyang. Semua baik, ini kan semeton saya. Ada kekurangan dari saya, pengempon, dari mereka semua itu biasa karena kita semua saudara," ujar Wijaya.

Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat turut turun langsung memimpin pengamanan di lokasi. Polisi memastikan pengamanan dilakukan untuk mencegah situasi berkembang, mengingat jumlah pemedek yang datang cukup banyak.

"Polisi hanya melakukan pelayanan pengamanan agar situasi menjadi lebih baik. Mengingat massa yang datang dalam jumlah cukup banyak itu menjadi fokus kami," kata Mikael.

Setelah dilakukan dialog dan mediasi antara perwakilan pemedek dengan tokoh serta pengurus pura, kondisi berangsur kondusif. Para pemedek kemudian mengikuti persembahyangan bersama dan meninggalkan lokasi secara tertib. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar