𝗘𝘂𝗳𝗼𝗿𝗶𝗮 𝗔𝗿𝗴𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝘂𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗿𝗶𝗯𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿, 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗧𝘂𝗿𝘂𝗻 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Rabu, 08 Juli 2026

𝗘𝘂𝗳𝗼𝗿𝗶𝗮 𝗔𝗿𝗴𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝘂𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗿𝗶𝗯𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿, 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗧𝘂𝗿𝘂𝗻 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻

Euforia Argentina Menang Berujung Keributan di Denpasar, Polisi Turun Tangan

DENPASAR, Lensabali.id - Euforia kemenangan Argentina dalam ajang Piala Dunia 2026 berujung keributan di Denpasar, Bali. Insiden tersebut terjadi setelah sekelompok pemuda merayakan kemenangan tim favorit mereka dengan menggeber sepeda motor dan berteriak saat melintas di kawasan rumah kos.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa kelompok tersebut baru kembali dari lokasi nonton bareng Piala Dunia 2026 di Jalan Tukad Badung.

"Karena klub favoritnya menang saksi merayakan kegembiraannya sampai di depan kosnya sambil geber-geber motor dan berteriak 'Argentina menang'," ujar Adi dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, suara bising dari aksi perayaan itu mengganggu penghuni kos di sekitar lokasi. Seorang penghuni berinisial SD kemudian menegur kelompok tersebut agar tidak membuat keributan.

Namun, teguran itu justru memicu adu mulut antara kedua belah pihak. Situasi yang semula hanya berupa cekcok verbal kemudian berkembang menjadi perkelahian.

Keributan semakin memanas hingga terjadi aksi saling lempar batu yang mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat pun berupaya memantau situasi sambil menunggu aparat datang ke lokasi.

Adi menuturkan, insiden tersebut juga dipengaruhi konsumsi minuman beralkohol oleh sebagian pihak yang terlibat saat menyaksikan pertandingan.

"Karena pengaruh alkohol ada salah satu teman saksi tidak terima dan terjadi cekcok mulut dan berkembang keributan," katanya.

Situasi akhirnya berhasil dikendalikan setelah pecalang bersama aparat kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk melerai dan menengahi kedua kelompok yang berselisih.

Perkara tersebut tidak berlanjut ke proses hukum setelah kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan melalui mediasi yang difasilitasi aparat.

"Kedua belah pihak dilakukan mediasi oleh petugas Polsek Denpasar Timur bersama pecalang dan aparat desa," pungkas Adi. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar