𝗞𝗘𝗞 𝗞𝘂𝗿𝗮 𝗞𝘂𝗿𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗿𝗲𝗮𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗠𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗜𝗗𝗕 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗜𝗻𝘀𝘁𝗮𝗹𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗲𝗻𝗶 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 12 Juli 2026

𝗞𝗘𝗞 𝗞𝘂𝗿𝗮 𝗞𝘂𝗿𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗿𝗲𝗮𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗠𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗜𝗗𝗕 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗜𝗻𝘀𝘁𝗮𝗹𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗲𝗻𝗶


KEK Kura Kura Bali Jadi Panggung Kreativitas Mahasiswa IDB Bali Lewat Festival Instalasi Seni

DENPASAR, Lensabali.id - KEK Kura Kura Bali menjadi ruang ekspresi bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Bisnis dan Desain (IDB) Bali melalui festival seni GRAVITATION x OBSERIES yang berlangsung pada 10-12 Juli 2026. Kegiatan ini menampilkan berbagai instalasi interaktif hasil eksplorasi mahasiswa yang memadukan seni, desain, teknologi, dan isu-isu kontemporer.

Mengusung tema “KIJAAA?”, yang terinspirasi dari ungkapan khas Bali “Kija Ne? Kija To? Kija Gen Dadi!”, festival tersebut mengajak pengunjung untuk mempertanyakan berbagai batasan serta membuka kemungkinan-kemungkinan baru melalui karya kreatif yang inovatif.

Setiap instalasi menghadirkan pendekatan visual dan material yang berbeda. Melalui karya tiga dimensi yang interaktif, para mahasiswa menunjukkan kemampuan mereka dalam menerjemahkan gagasan, fenomena sosial, hingga isu lingkungan ke dalam bentuk yang komunikatif dan menarik.

Wakil Rektor I IDB Bali, Ni Komang Prasiani, mengapresiasi PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola KEK Kura Kura Bali yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran mereka kepada masyarakat luas.

"Ini merupakan kegiatan rutin, jadi hasil dari ilmu perkuliahan yang sudah didapatkan mahasiswa, mereka bereksperimen membuat karya yang dapat dinikmati khalayak umum," ujar Prasiani.

Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah instalasi “Ngeling/Ngeling” karya mahasiswa DKV, Kuinda. Karya tersebut mengangkat pesan pelestarian lingkungan Bali dan menekankan pentingnya makna dalam setiap proses penciptaan karya visual.

"Kalau kita membuat sebuah karya tanpa makna, itu seperti cangkang yang kosong. Kami di sini, khususnya untuk karya ini, memang mengangkat tema budaya atau apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitar," tutur Kuinda.

Ia menilai KEK Kura Kura Bali menjadi wadah yang sangat positif bagi generasi muda kreatif untuk memamerkan hasil karya mereka. Menurutnya, kesempatan tersebut memberikan kebanggaan tersendiri sekaligus memperluas apresiasi publik terhadap karya mahasiswa.

Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, mengatakan pihaknya senang dapat menjadi bagian dari pengembangan talenta kreatif Bali. Ia berharap kawasan tersebut terus menjadi ruang bertemunya ide, kolaborasi, dan inovasi.

"Harapan kami, kawasan ini bisa menjadi titik temu di mana ide-ide berani dapat tumbuh, berakar, dan menginspirasi kita semua untuk terus berkarya," harap Zefri.

Senada dengan itu, Sekretaris DPW Gekrafs Bali, I Komang Manik Sumardika, menilai festival ini menjadi langkah penting dalam mendorong regenerasi pelaku ekonomi kreatif. Ia berharap semakin banyak mahasiswa termotivasi untuk berkarya dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri kreatif di Bali maupun nasional.

Festival GRAVITATION x OBSERIES terbuka untuk masyarakat umum mulai pukul 09.00 Wita setiap harinya. Selain menjadi ajang apresiasi karya mahasiswa, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang dialog yang menginspirasi perkembangan industri kreatif Indonesia di masa depan. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar