𝗙𝗶𝘁𝘂𝗿 𝗨𝘀𝗲𝗿𝗻𝗮𝗺𝗲 𝗪𝗵𝗮𝘁𝘀𝗔𝗽𝗽 𝗗𝗶𝗻𝗶𝗹𝗮𝗶 𝗥𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗽𝘂𝗮𝗻, 𝗜𝗻𝗶 𝗥𝗲𝘀𝗽𝗼𝗻𝘀 𝗠𝗲𝘁𝗮 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 04 Juli 2026

𝗙𝗶𝘁𝘂𝗿 𝗨𝘀𝗲𝗿𝗻𝗮𝗺𝗲 𝗪𝗵𝗮𝘁𝘀𝗔𝗽𝗽 𝗗𝗶𝗻𝗶𝗹𝗮𝗶 𝗥𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗽𝘂𝗮𝗻, 𝗜𝗻𝗶 𝗥𝗲𝘀𝗽𝗼𝗻𝘀 𝗠𝗲𝘁𝗮

Fitur Username WhatsApp Dinilai Rawan Penipuan, Ini Respons Meta

Lensabali.id - Rencana peluncuran fitur username di WhatsApp menuai perhatian pemerintah India. Fitur yang memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa membagikan nomor telepon itu dinilai berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan, phishing, hingga peniruan identitas.

Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India menyebut keberadaan username dapat memudahkan pelaku kejahatan siber menghubungi calon korban tanpa memperlihatkan nomor telepon mereka. Selain itu, fitur tersebut dikhawatirkan membuka peluang penyalahgunaan identitas individu, lembaga pemerintah, institusi keuangan, maupun organisasi publik melalui penggunaan nama yang menyerupai akun resmi.

Atas dasar itu, pemerintah India meminta WhatsApp menunda peluncuran fitur tersebut hingga proses konsultasi selesai. Otoritas setempat juga meminta perusahaan memberikan penjelasan secara rinci dalam waktu tiga hari.

Menanggapi hal tersebut, WhatsApp menegaskan fitur username saat ini belum resmi diluncurkan. Perusahaan menyebut peluncurannya baru direncanakan pada akhir tahun ini dan untuk sementara pengguna hanya dapat melakukan reservasi username.

WhatsApp menjelaskan setiap akun tetap harus didaftarkan menggunakan nomor telepon. Selain itu, sejumlah sistem keamanan telah disiapkan untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan identitas maupun penipuan.

"Untuk melindungi dari peniruan identitas, kami telah menahan nama-nama orang terkenal - seperti tokoh publik, entitas pemerintah, selebriti, akun Meta terverifikasi - sehingga hanya dapat diklaim oleh pemilik sahnya dan turunan nama-nama terkenal yang mirip juga ditahan," kata juru bicara WhatsApp, seperti dikutip dari BBC, Jumat (3/7/2026).

Perusahaan juga menyebut seseorang hanya dapat menghubungi pengguna apabila mengetahui username secara tepat. Di sisi lain, WhatsApp akan membatasi jumlah percakapan baru yang bisa dilakukan sebuah akun, memblokir upaya menebak username secara berulang, serta memanfaatkan sistem otomatis untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Sebagai perlindungan tambahan, pengguna akan memperoleh informasi saat pertama kali menerima pesan melalui username, seperti status akun pengirim, apakah sudah tersimpan di kontak, berada dalam grup yang sama, atau berasal dari negara lain. Informasi tersebut diharapkan membantu pengguna menilai apakah pesan tersebut layak ditanggapi.

WhatsApp menegaskan penggunaan username bersifat opsional. Platform tersebut juga menyediakan fitur kunci username berupa kode empat digit, sehingga hanya pengguna yang mengetahui kombinasi username dan kode tersebut yang dapat memulai percakapan. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar