DENPASAR, Lensabali.id – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bali berhasil mengungkap 111 kasus peredaran narkotika selama pelaksanaan Operasi Antik Agung 2026 yang berlangsung selama 16 hari, mulai 13/05/2026 hingga 28/05/2026. Dari operasi tersebut, polisi mengamankan 138 tersangka dan menyita barang bukti dengan nilai estimasi lebih dari Rp13 miliar.
Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya menjelaskan, dari total kasus yang terungkap, sebanyak 74 kasus merupakan target operasi, sementara 37 lainnya merupakan pengungkapan di luar target yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Terdiri dari 74 kasus yang menjadi target operasi, 37 non-target operasi," ujar Daniel dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Rabu (10/06/2026).
Selain menangkap para tersangka, aparat juga menyita berbagai jenis narkotika dalam jumlah besar. Barang bukti yang diamankan antara lain 6,2 kilogram sabu, 584 butir ekstasi, 2,1 kilogram ganja, 53,46 gram tembakau sintetis, 1.282 butir pil koplo, serta 23,5 gram kokain.
Menurut Daniel, nilai keseluruhan barang bukti yang berhasil diamankan mencapai sekitar Rp13,15 miliar. Dari pengungkapan tersebut, aparat memperkirakan telah menyelamatkan sekitar 40.846 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.
"Adapun total tersangka 138 orang, terdiri dari target operasi ada 77 orang, nonoperasi 61 orang. Estimasi kita rupiahkan sebanyak Rp13.155.843.400 dan berhasil menyelamatkan 40.846 jiwa," bebernya.
Sementara itu, total barang bukti yang dimusnahkan nilainya mendekati Rp19,9 miliar karena turut mencakup hasil pengungkapan dari sejumlah perkara lain yang masih berkaitan dengan jaringan narkotika.
Kapolda Bali menegaskan seluruh target operasi berhasil diungkap dengan tingkat keberhasilan mencapai 100 persen. Para tersangka memiliki peran yang beragam, mulai dari pengguna, pembeli, perantara hingga pengedar.
Dalam operasi tersebut, polisi juga mengamankan warga negara asing yang diduga berperan sebagai kurir jaringan internasional melalui jalur penerbangan.
"Bali bukan tempat yang aman bagi penyalahguna maupun pengedar narkoba. Mari kita jaga Bali bersih dari peredaran gelap narkotika," tegas Daniel. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar