Lensabali.id – Pencurian kredensial seperti username dan password masih menjadi ancaman serius di ranah keamanan siber. Sepanjang 2025, jumlah data yang diretas mencapai miliaran.
Laporan State of Cybercrime 2026 dari KELA mencatat sekitar 2,86 miliar kredensial berhasil diperoleh melalui berbagai metode peretasan.
Data tersebut mencakup password hingga cookie sesi yang memungkinkan pelaku melewati sistem autentikasi dua faktor (2FA).
Dalam periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025, ditemukan sekitar 3,9 juta perangkat unik yang terinfeksi malware jenis infostealer.
Dari perangkat tersebut, tercatat sekitar 374,5 juta kredensial berhasil dicuri.
Infostealer merupakan malware yang dirancang untuk mengambil data sensitif dari perangkat korban, termasuk informasi login dan token autentikasi.
Serangan ini tidak hanya menyasar pengguna Windows, tetapi juga mulai meningkat pada perangkat macOS.
Jumlah infeksi macOS melonjak dari kurang dari 1.000 kasus pada 2024 menjadi lebih dari 70.000 kasus pada 2025, sebagaimana dilaporkan Forbes.
Berbagai modus digunakan pelaku, mulai dari phishing berbasis AI hingga aplikasi palsu. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar