
Lensabali.id - Sam Altman menyampaikan peringatan serius kepada pemerintah Amerika Serikat terkait percepatan perkembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut atau superintelligence. Ia menilai teknologi ini tidak lagi sebatas eksperimen, melainkan telah menjadi kekuatan utama yang membentuk aktivitas ekonomi modern.
Menurutnya, pemerintah perlu segera menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi dua sisi dari kemajuan tersebut. Di satu sisi, AI menjanjikan lonjakan produktivitas dan inovasi, namun di sisi lain menyimpan potensi risiko besar.
Altman mencontohkan bagaimana sistem AI saat ini sudah mampu mengambil alih pekerjaan kompleks seperti pemrograman dan riset yang sebelumnya membutuhkan tim besar.
“AI akan membantu para ilmuwan membuat penemuan-penemuan besar, dan memungkinkan seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh kelompok berskala besar,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perubahan pola kerja yang semakin nyata, di mana profesi seperti programmer telah mengalami transformasi signifikan dalam waktu singkat.
Ke depan, AI diprediksi akan menjadi kebutuhan dasar layaknya listrik, dengan kehadiran asisten personal berbasis cloud yang selalu siap membantu pengguna.
“Anda akan memiliki asisten super personal yang berjalan di cloud,” ujarnya.
Altman menegaskan bahwa pengembangan AI juga memiliki dimensi geopolitik, sehingga penting bagi AS untuk tidak tertinggal dari negara lain. Meski begitu, ia menolak ide nasionalisasi penuh proyek AI oleh pemerintah karena dinilai tidak efektif. (*/ap)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar