𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮 𝗫𝗶𝗮𝗼𝗺𝗶: 𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝗜𝗻𝗼𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗛𝗮𝗿𝗱𝘄𝗮𝗿𝗲 𝗞𝗮𝗺𝗲𝗿𝗮, 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗜 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 08 Februari 2026

𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮 𝗫𝗶𝗮𝗼𝗺𝗶: 𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝗜𝗻𝗼𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗛𝗮𝗿𝗱𝘄𝗮𝗿𝗲 𝗞𝗮𝗺𝗲𝗿𝗮, 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗜

Strategi Berbeda Xiaomi: Fokus Inovasi Hardware Kamera, Bukan AI

Lensabali.id – Saat memperkenalkan Xiaomi 17 dan 17 Ultra di Eropa pada akhir pekan lalu, Xiaomi mengambil pendekatan yang berbeda dibanding para pesaingnya. Alih-alih menonjolkan teknologi kecerdasan buatan (AI), perusahaan asal China tersebut justru lebih menekankan kekuatan hardware kamera, termasuk pada edisi khusus 17 Ultra hasil kolaborasi dengan Leica.

Director of Communications and Public Relations Xiaomi, Angus Ng, mengatakan strategi tersebut memang dilakukan secara sengaja.

"Kami masih fokus pada batasan hardware," ujarnya saat ditemui di MWC 2026, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, inovasi yang dikembangkan Xiaomi saat ini masih bertumpu pada peningkatan sensor dan sistem pencitraan secara fisik, bukan pada pemrosesan berbasis AI secara agresif seperti yang dilakukan sejumlah kompetitor.

"Saat nanti mencapai titik dimana kami tidak punya inovasi lain, maka kami juga akan mulai menggarap di sisi software," tambahnya.

Ng mengakui Xiaomi tetap memanfaatkan pemrosesan software dan teknologi AI dalam sistem kameranya. Namun, pendekatan tersebut tidak terlalu dijadikan sorotan dalam strategi pemasaran.

"Kami memang punya AI dalam sistem imaging kami, tapi tidak sejelas Samsung," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ketika Xiaomi sempat menekankan AI dalam strategi kamera sekitar satu hingga dua tahun lalu, respons pasar dinilai tidak terlalu positif.

Pernyataan menarik muncul ketika Ng diminta menanggapi langkah Samsung yang terlihat sangat agresif mendorong fitur AI, terutama dalam peluncuran Galaxy S26 terbaru. Menurutnya, fokus tersebut bisa jadi muncul karena inovasi hardware yang tidak banyak berubah.

"Karena hardware mereka tidak banyak peningkatan, jadi mereka fokus ke software," ujarnya.

Komentar itu dinilai sebagai sindiran halus terhadap strategi Samsung yang dalam beberapa generasi terakhir lebih menonjolkan fitur AI, seperti generative editing, AI zoom, serta pemrosesan foto berbasis machine learning. (*/apn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar