BULELENG, Lensabali.id – Aksi perusakan ogoh-ogoh terjadi di Banjar Dinas Sema, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Ogoh-ogoh yang tengah digarap oleh sekaa teruna setempat ditemukan dalam kondisi rusak dan tidak utuh.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada Minggu (1/2) pagi. Seorang warga, Ketut Tantra, mendatangi Balai Suka Duka Banjar Dinas Sema untuk melihat progres pembuatan ogoh-ogoh. Namun, ia justru mendapati bagian kepala ogoh-ogoh rusak, sementara salah satu tangan terlepas.
Kondisi tersebut memicu kecurigaan warga dan kalangan muda-mudi setempat. Dugaan perusakan sengaja kemudian ditindaklanjuti dengan memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar balai banjar.
Hasil pengecekan CCTV yang dilakukan pada Kamis (5/2) menunjukkan sosok pelaku terekam jelas. Pelaku diketahui berinisial KS (35), warga Banjar Dinas Tegal, Desa Sangsit.
Kapolsek Sawan AKP Kadek Robin Yohana membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pelaku telah diidentifikasi dan dimintai keterangan berdasarkan bukti rekaman CCTV.
“Dari hasil pengecekan CCTV dan pengakuan yang bersangkutan, memang benar terjadi perusakan ogoh-ogoh di Balai Suka Duka Banjar Dinas Sema. Yang bersangkutan mengakui perbuatannya,” ujar AKP Robin saat dikonfirmasi, Jumat (6/2).
Namun, keterangan pelaku dinilai tidak konsisten. Ia sempat menyebut perbuatannya dilakukan atas suruhan pihak lain, tetapi tidak mampu memberikan penjelasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, pihak kepolisian menduga pelaku merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dugaan tersebut diperkuat dengan kepemilikan kartu kuning dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.
“Dari informasi yang kami peroleh, yang bersangkutan terindikasi mengalami gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan. Ini menjadi pertimbangan dalam penanganan kasusnya,” jelas AKP Robin.
Pasca kejadian, Bhabinkamtibmas bersama perangkat desa dari Banjar Dinas Tegal dan Banjar Dinas Sema mendatangi lokasi serta menemui pelaku. Aparat juga berkoordinasi dengan pihak keluarga dan desa adat untuk menentukan langkah penyelesaian secara kekeluargaan. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar