DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan harapannya agar situasi keamanan dan ketertiban di Bali tetap terjaga selama rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang tahun ini waktunya berdekatan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026” bersama Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob Tohpati, Denpasar, Kamis (12/3/2026).
Menurut Koster, pemerintah daerah bersama aparat keamanan serta berbagai pemangku kepentingan telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna memastikan kedua perayaan keagamaan tersebut dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh toleransi.
Ia menjelaskan, potensi dinamika muncul apabila malam takbiran bertepatan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret mendatang.
“Ini kan belum ada keputusan resmi dari pemerintah. Kalau sekiranya ada umat Muslim yang merayakan Idul Fitri tanggal 20 Maret, maka malam takbirannya bisa terjadi pada 19 Maret yang bertepatan dengan Nyepi,” jelasnya.
Menyikapi kemungkinan tersebut, Gubernur Koster telah mengumpulkan para majelis umat beragama di Bali untuk merumuskan seruan bersama sebagai pedoman menjaga keharmonisan.
Dalam seruan tersebut disebutkan bahwa apabila malam takbiran dilaksanakan pada 19 Maret, maka umat Muslim diimbau melaksanakan takbiran secara sederhana dari pukul 18.00 hingga 21.00 WITA, dengan mengutamakan pelaksanaan di rumah masing-masing.
“Kalaupun harus ke masjid atau musala, diharapkan dilaksanakan ke lokasi terdekat dengan berjalan kaki, tidak menggunakan pengeras suara, lampu penerang berlebihan dan pawai,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Bali juga telah melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi menggelar malam takbiran apabila terjadi perbedaan penetapan Idul Fitri.
“Kita sudah perkirakan dan hanya sedikit di Bali. Terutama dilaksanakan oleh sameton Muslim Muhammadiyah, ada empat masjid dan jumlahnya juga tidak terlalu banyak,” sebut Koster.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama yang selama ini telah menjadi kekuatan utama kehidupan sosial di Bali.
Sebagai gubernur, lanjutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab memfasilitasi agar seluruh umat beragama dapat menjalankan ibadahnya dengan baik.
“Umat Muslim dan Hindu di Bali dapat menjalankan Idul Fitri dan Nyepi dengan tertib dan disiplin, tetap jaga hubungan harmonis antar umat beragama karena ini sudah menjadi kesepakatan dan komitmen kita,” tegasnya.
Koster juga menegaskan bahwa situasi serupa bukanlah hal baru bagi Bali. Beberapa tahun sebelumnya, momentum perayaan keagamaan yang waktunya berdekatan juga pernah terjadi dan dapat dilalui tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Bali yang telah menggelar apel kesiapsiagaan sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan wilayah selama rangkaian perayaan keagamaan.
Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, pengamanan lalu lintas (kamseltibcarlantas) hingga tindakan represif yang tegas dan terukur apabila ditemukan pelanggaran hukum.
“Operasi ini bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan dan kelancaran arus mudik serta terpeliharanya situasi kamtibmas yang kondusif menjelang, saat hingga pasca pelaksanaan rangkaian Nyepi dan Idul Fitri Tahun 2026,” paparnya.
Sebanyak 2.169 personel dikerahkan dalam operasi ini dengan dukungan unsur TNI, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, Polda Bali membentuk 7 satuan tugas dan menyiapkan 31 pos pengamanan, terdiri dari 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu.
Pengamanan juga difokuskan pada 256 masjid, 539 musala, serta 308 titik pelaksanaan malam takbiran, selain pengamanan di bandara, pelabuhan, pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga objek wisata.
Kapolda Bali menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah-langkah yang telah ditempuh Pemerintah Provinsi Bali guna menjaga situasi keamanan dan keharmonisan masyarakat selama rangkaian perayaan keagamaan berlangsung. (hms/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar