𝗚𝗲𝗱𝗼𝗻𝗴 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗵 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗗𝗮𝗹𝗲𝗺 𝗣𝗲𝗴𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗻𝗰𝘂𝗿 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗺𝗽𝗮 𝗣𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗝𝗲𝗽𝘂𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘂𝘀𝗶𝗮 𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 - LENSA BALI

Hot


Selasa, 17 Februari 2026

𝗚𝗲𝗱𝗼𝗻𝗴 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗵 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗗𝗮𝗹𝗲𝗺 𝗣𝗲𝗴𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗻𝗰𝘂𝗿 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗺𝗽𝗮 𝗣𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗝𝗲𝗽𝘂𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘂𝘀𝗶𝗮 𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻

Gedong Linggih Pura Dalem Pegadungan Hancur Tertimpa Pohon Jepun Berusia Ratusan Tahun

BULELENG, Lensabali.id - Pohon kamboja atau jepun berusia ratusan tahun tumbang dan menimpa pelinggih utama di areal Pura Dalem Pegadungan, Kamis (13/2/2026) malam. Insiden akibat hujan deras disertai angin kencang itu menyebabkan Gedong Linggih Ratu Ngurah Dalem hancur total.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.30 WITA. Sejak sore hari, wilayah Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada, diguyur hujan lebat. Pohon jepun yang berdiri sekitar dua meter di sisi selatan pelinggih roboh dan langsung menghantam bangunan utama pura.

Kelian Desa Adat Pegadungan, I Nengah Budana, menjelaskan pohon tersebut sudah sangat tua dan mengalami pelapukan di bagian dalam batang. “Kemarin sore hujan sangat deras dan angin kencang. Sekitar pukul 19.30 WITA tumbang dan menimpa gedong pura dalem,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).

Budana menambahkan, secara historis dan niskala, pohon jepun itu diyakini telah ada sejak pura berdiri sekitar 500 tahun lalu. Karena dikeramatkan, pohon tersebut tidak pernah ditebang dan hanya akan hilang jika tumbang secara alami.

Akibat kejadian ini, Gedong Linggih berukuran kurang lebih 4x4 meter mengalami kerusakan berat dan dinyatakan hancur total. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 200 juta berdasarkan nilai bangunan saat ini.

Pasca kejadian, krama desa telah melaksanakan prosesi mapiuning dan ngulapin untuk menuntun secara niskala ke piasan sementara. Selanjutnya akan digelar upacara pecaruan Tawur Sasih Kaulu sesuai dresta setempat. “Setelah prosesi selesai, baru kami akan membahas kendala utama, terutama terkait pembiayaan perbaikan,” kata Budana.

Sementara itu, BPBD Buleleng melalui Tim Reaksi Cepat telah melakukan asesmen dan pendataan di lokasi. Hasilnya akan diusulkan untuk penanganan lebih lanjut melalui APBD kabupaten maupun BPBD Provinsi Bali. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar