𝗗𝗿𝗮𝗺𝗮 “𝗕𝗹𝗮𝗻𝗷𝗼𝗻𝗴” 𝗪𝗮𝗿𝗻𝗮𝗶 𝗕𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗲-𝗩𝗜𝗜𝗜, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗹𝗶 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 15 Februari 2026

𝗗𝗿𝗮𝗺𝗮 “𝗕𝗹𝗮𝗻𝗷𝗼𝗻𝗴” 𝗪𝗮𝗿𝗻𝗮𝗶 𝗕𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗲-𝗩𝗜𝗜𝗜, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗹𝗶

Drama “Blanjong” Warnai Bulan Bahasa Bali ke-VIII, Putri Koster Apresiasi Penguatan Sejarah Bali

DENPASAR, Lensabali.id — Dalam rangka peringatan Bulan Bahasa Bali ke-VIII yang digelar sepanjang Februari, Pemerintah Provinsi Bali mengusung tema Atma Kerthi – Udianning Purnaning Jiwa, yang bermakna pemuliaan jiwa sebagai jalan menuju kesempurnaan hidup. Tema tersebut diterjemahkan melalui beragam kegiatan budaya yang berorientasi pada pelestarian, penguatan, serta penghidupan kembali bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui medium seni dan pertunjukan.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menyita perhatian publik adalah pementasan sesolahan drama oleh Teater Agustus dengan judul “Blanjong” (Sayong ri Singha Dwara Pura). Pementasan ini disaksikan langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, di Gedung Kertha Sabha, Provinsi Bali, Sabtu (14/2).

Drama “Blanjong” digarap dalam format semi-dokumenter yang memadukan fakta sejarah dengan fiksi dramaturgi. Pendekatan ini menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya kuat secara artistik, tetapi juga kaya akan muatan edukatif dan reflektif bagi penonton.

Kisah yang diangkat berpijak pada keberadaan Prasasti Blanjong, peninggalan bersejarah berbahan batu karang yang ditemukan di kawasan Sanur dan dikenal sebagai salah satu prasasti tertua di Bali. Prasasti tersebut diperkirakan berusia sekitar 1.112 tahun dan menjadi penanda penting keberadaan Kerajaan Singha Dwara Pura yang dipimpin oleh Raja Sri Kesari Warmadewa.

Drama “Blanjong” Warnai Bulan Bahasa Bali ke-VIII, Putri Koster Apresiasi Penguatan Sejarah Bali

Melalui pengemasan dalam bentuk seni pertunjukan, nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam Prasasti Blanjong dihidupkan kembali secara kontekstual dan komunikatif, sehingga lebih mudah dipahami serta diapresiasi oleh masyarakat luas, terutama generasi muda.

Pementasan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pelestarian warisan budaya Bali, serta menegaskan peran seni sebagai media edukasi, refleksi, dan pemuliaan jati diri budaya Bali. Seluruh rangkaian tersebut sejalan dengan spirit Bulan Bahasa Bali ke-VIII yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembentukan karakter dan kesadaran kolektif masyarakat Bali. (hms/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar