𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗮𝘁𝘂 𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗥𝗮𝗯𝗶𝗲𝘀, 𝗩𝗮𝗸𝘀𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶 𝗛𝗣𝗥 𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗗𝗶𝗶𝗻𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶𝗳𝗸𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Senin, 09 Februari 2026

𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗮𝘁𝘂 𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗥𝗮𝗯𝗶𝗲𝘀, 𝗩𝗮𝗸𝘀𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶 𝗛𝗣𝗥 𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗗𝗶𝗶𝗻𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶𝗳𝗸𝗮𝗻

Denpasar Temukan Satu Kasus Rabies, Vaksinasi HPR Terus Diintensifkan

DENPASAR, Lensabali.id – Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat satu kasus anjing positif rabies sejak Januari 2026. Untuk menekan risiko penyebaran, vaksinasi hewan penular rabies (HPR) terus diintensifkan dan hingga awal Februari telah menyasar 2.049 ekor anjing.

Pelaksanaan vaksinasi HPR di Denpasar dimulai sejak awal Februari 2026 dengan metode door to door. Selain itu, vaksinasi juga digelar bersamaan dengan perayaan Tumpek Uye di area Parkir Utara Taman Kota Lumintang, Denpasar, Sabtu (7/2), yang dirangkaikan dengan kegiatan sterilisasi serta pelayanan kesehatan hewan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh Ni Made Suparmi, Minggu (8/2), menyampaikan populasi anjing di Denpasar pada 2026 diperkirakan mencapai 84.369 ekor. Populasi tersebut tersebar di Denpasar Barat sebanyak 18.806 ekor, Denpasar Timur 17.221 ekor, Denpasar Utara 23.277 ekor, dan Denpasar Selatan 25.065 ekor.

Sejak vaksinasi dimulai pada 3 Februari 2026, tercatat sebanyak 2.049 ekor anjing telah menerima vaksin rabies atau sekitar 2,48 persen dari total populasi. Rinciannya, Denpasar Barat 410 ekor, Denpasar Selatan 730 ekor, Denpasar Timur 395 ekor, dan Denpasar Utara 559 ekor.

Suparmi menjelaskan, target cakupan vaksinasi rabies pada 2026 dinaikkan menjadi 92 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 91,2 persen. “Kami sudah menyusun jadwal vaksinasi bersama desa dan kelurahan selama Februari agar pelaksanaan lebih merata,” ujarnya.

Terkait temuan rabies, Suparmi menyebut satu anjing terkonfirmasi positif ditemukan di wilayah Denpasar Barat sejak Januari lalu. Meski demikian, pihaknya memastikan langkah pencegahan terus diperkuat melalui vaksinasi guna menghindari peningkatan kasus serta mencegah penularan ke manusia. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar