𝗛𝘂𝗷𝗮𝗻 𝗘𝗻𝗮𝗺 𝗝𝗮𝗺 𝗣𝗶𝗰𝘂 𝗟𝗼𝗻𝗴𝘀𝗼𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝗷𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗽𝘂𝗮𝗻, 𝗦𝗲𝗷𝘂𝗺𝗹𝗮𝗵 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗴𝘀𝗶 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 17 Januari 2026

𝗛𝘂𝗷𝗮𝗻 𝗘𝗻𝗮𝗺 𝗝𝗮𝗺 𝗣𝗶𝗰𝘂 𝗟𝗼𝗻𝗴𝘀𝗼𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝗷𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗽𝘂𝗮𝗻, 𝗦𝗲𝗷𝘂𝗺𝗹𝗮𝗵 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗴𝘀𝗶

Hujan Enam Jam Picu Longsor dan Banjir di Pupuan, Sejumlah Warga Mengungsi

TABANAN, 
Lensabali.id - Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Pupuan selama sekitar enam jam memicu serangkaian bencana longsor dan banjir pada Kamis (15/1/2026). Sedikitnya lima desa terdampak, dengan longsor menerjang permukiman warga hingga menyebabkan akses jembatan terputus.

Desa yang terdampak meliputi Munduktemu, Padangan, Pajahan, Sai, dan Pupuan. Hingga Jumat (16/1/2026), penanganan longsor yang menimpa rumah warga belum dapat dilakukan secara menyeluruh lantaran kondisi cuaca yang masih belum membaik.

Dampak terparah terjadi di Desa Munduktemu. Sejumlah rumah warga tertimpa material longsor, bahkan satu keluarga terpaksa mengungsi setelah bagian tempat tidur mereka tertimbun tanah. BPBD Tabanan telah menyalurkan bantuan darurat berupa sembako dan terpal.

Perbekel Munduktemu I Gusti Made Arsana menyebutkan terdapat empat titik bencana di wilayahnya. Tiga di antaranya berupa longsor yang menimpa rumah warga di Banjar Anggasari Kelod dan Banjar Munduktemu Kelod.

“Khusus di Banjar Anggasari Kelod, ada dua kepala keluarga terdampak. Satu KK atas nama I Wayan Udiana harus mengungsi ke rumah saudaranya karena tempat tidurnya tertimbun longsor,” ujar Arsana, Jumat (16/1).

Sementara satu keluarga lainnya, yang merupakan orang tua Wayan Udiana, memilih tetap tinggal karena material longsor hanya menutup area pekarangan rumah. “Tanah yang longsor berasal dari bagian belakang pekarangan,” jelasnya.

Arsana menambahkan, pembersihan material longsor belum dilakukan karena masih ada potensi longsor susulan jika hujan kembali turun. “Pembersihan belum bisa dilakukan secara menyeluruh, masih menunggu cuaca membaik,” tegasnya.

Seluruh kejadian tersebut telah dilaporkan kepada BPBD Tabanan dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tabanan untuk penanganan lanjutan.

Di Desa Padangan, Perbekel I Wayan Wardhita melaporkan terdapat tiga titik longsor akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama sekitar tiga jam. Salah satunya terjadi pada senderan aula SMPN 4 Pupuan.

Selain itu, longsor juga memutus akses jalan menuju rumah warga dan terjadi di pekarangan rumah warga Banjar Dauh Tukad. “Seluruh kejadian bencana ini sudah kami laporkan untuk segera ditindaklanjuti,” kata Wardhita.

Ia mengakui wilayah Desa Padangan secara geografis memang rawan longsor saat musim hujan. Karena itu, pihak desa telah mengimbau warga untuk tetap waspada. “Sejak Kamis kami sudah mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya. (*/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar