𝗬𝗼𝘂𝗧𝘂𝗯𝗲 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗵𝗼𝗿𝘁𝘀 𝗦𝘁𝗼𝗿𝗶𝗲𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗢𝗽𝗲𝗻 𝗖𝗮𝗹𝗹, 𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗣𝗲𝗹𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗞𝗿𝗲𝗮𝘁𝗼𝗿 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 10 Oktober 2026

𝗬𝗼𝘂𝗧𝘂𝗯𝗲 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗵𝗼𝗿𝘁𝘀 𝗦𝘁𝗼𝗿𝗶𝗲𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗢𝗽𝗲𝗻 𝗖𝗮𝗹𝗹, 𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗣𝗲𝗹𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗞𝗿𝗲𝗮𝘁𝗼𝗿

YouTube Hadirkan Shorts Stories dan Open Call, Buka Peluang Baru bagi Kreator

Lensabali.id - YouTube memperkenalkan fitur Shorts Stories untuk memudahkan pengguna menikmati konten microdrama yang kian populer. Fitur ini memungkinkan kreator menyusun video Shorts menjadi rangkaian cerita berurutan sehingga penonton lebih mudah mengikuti alur setiap episode.

Microdrama merupakan drama berdurasi singkat dalam format vertikal. Setiap episode umumnya diakhiri dengan adegan menggantung untuk membuat penonton penasaran dan ingin melanjutkan ke episode berikutnya.

Country Director Google Indonesia Veronica Utami menjelaskan, Shorts Stories membantu kreator mengorganisasi konten agar audiens dapat menemukan dan mengikuti cerita dengan lebih mudah.

“(Shorts Stories) itu memungkinkan kreator menyusun shorts mereka menjadi satu alur cerita yang sifatnya berurutan sehingga audiens juga mudah untuk menemukan dan mengikuti alur ceritanya,” jelas Veronica.

Selain fitur untuk konten hiburan, YouTube juga memperkenalkan Open Call guna mempererat hubungan antara brand dan kreator. Melalui fitur ini, brand dapat menyampaikan brief secara langsung kepada kreator tanpa harus melalui agensi, sehingga proses kolaborasi menjadi lebih praktis.

YouTube turut menghadirkan Affiliate Partnership Boost bagi kreator yang mengikuti program afiliasi marketplace. Inovasi ini memungkinkan marketplace mempromosikan konten afiliasi dengan performa baik agar menjangkau audiens yang lebih luas.

“Ini akan membantu mendorong penjualan bukan hanya untuk marketplace tapi juga untuk kreator, karena ketika teman-teman kreator mengaktifkan ini maka dia juga kemungkinan di-boost oleh marketplace dan bisa melipatgandakan pendapatan mereka dari komisi afiliasi,” ujar Veronica.

Di sisi lain, YouTube memperluas program YouTube Shopping Affiliate dengan menggandeng lebih banyak marketplace. Jika saat diluncurkan di Indonesia pada 2024 hanya terintegrasi dengan Shopee, kini program tersebut juga melibatkan Lazada, Blibli, dan Zalora.

Sejak pertama kali diperkenalkan, lebih dari 11 juta video YouTube telah diberi tag produk afiliasi. Menurut Veronica, program tersebut telah dimanfaatkan kreator untuk mendukung aktivitas belanja sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan.

“Jadi sudah banyak digunakan oleh kreatornya juga untuk memungkinkan belanja dan juga pemasukan untuk kreator,” ucap Veronica. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar