KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menilai perkembangan tim membutuhkan proses dan waktu. Meski hasil pertandingan belum konsisten, ia melihat permainan anak asuhnya menunjukkan potensi untuk membangun fondasi klub yang lebih kuat pada masa mendatang.
"Bagi kami, prosesnya dari A sampai Z. Kadang hasilnya bagus, kadang kurang. Namun, itulah proses perkembangan. Dari segi permainan, kami sering mendominasi pertandingan," ujar Johnny, Selasa (20/10/2026).
Pelatih asal Belanda itu menilai pembinaan serta kesempatan bermain secara reguler menjadi kunci dalam membentuk pemain muda berkualitas. Bek Kadek Arel dan Tim Geypens menjadi contoh pemain yang mulai memperoleh pengalaman di kompetisi profesional meski masih berusia 21 tahun.
"Arel dan Tim Geypens contohnya. Mereka masih berusia 21 tahun dan sudah rutin bermain di level profesional," katanya.
Selain keduanya, Johnny turut menyoroti perkembangan penyerang muda Jens Raven. Meski sempat mendapat kritik, Raven mampu memberikan respons positif dengan mencetak gol pada pertandingan pekan lalu.
Terkait peluang Raven memperoleh menit bermain lebih banyak setelah Jort van der Sande mengalami cedera, Johnny menegaskan bahwa pemain muda harus terus berjuang dan menunjukkan kemampuannya. Raven dinilai masih perlu meningkatkan kualitas permainan, terutama saat menghadapi bek lawan yang lebih kuat dan berpengalaman.
"Sama seperti Arel dan pemain lainnya, Jens masih muda dan harus berjuang. Dia harus memanfaatkan kekuatannya dan terus berproses karena akan menghadapi bek tengah lawan yang kuat," tegasnya.
Bagi Johnny, pembangunan Bali United tidak semata-mata berorientasi pada hasil pertandingan dalam jangka pendek. Pengalaman bertanding, kesempatan berkembang, dan peningkatan kemampuan individu menjadi bagian penting untuk membentuk skuad yang lebih kompetitif pada masa depan. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar