𝗨𝗽𝗮𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗶 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗼𝗴𝗼𝗿, 𝗔𝗿𝘂𝘀 𝗟𝗮𝗹𝗶𝗻 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗗𝗶𝗮𝗹𝗶𝗵𝗸𝗮𝗻 𝟱 𝗛𝗮𝗿𝗶 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 04 September 2026

𝗨𝗽𝗮𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗶 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗼𝗴𝗼𝗿, 𝗔𝗿𝘂𝘀 𝗟𝗮𝗹𝗶𝗻 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗗𝗶𝗮𝗹𝗶𝗵𝗸𝗮𝗻 𝟱 𝗛𝗮𝗿𝗶

Upacara di Puri Agung Gelogor, Arus Lalin Denpasar Dialihkan 5 Hari


DENPASAR, Lensabali.id - Sejumlah ruas jalan di Kota Denpasar akan mengalami penutupan dan pengalihan arus lalu lintas selama rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Meligya Punggel Utama Ring Puri Agung Gelogor. Rekayasa lalu lintas diterapkan mulai 7 hingga 11 September 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar I Ketut Sriawan melalui Kepala Seksi Patroli Bidang Dalops I Gede Eka Prajna Priantara mengatakan pengaturan lalu lintas dilakukan dalam beberapa sesi selama pelaksanaan upacara.

"Seizin pimpinan, kegiatan akan berlangsung beberapa sesi acara. Dari tanggal 7 sampai 11 September minggu depan," ujar Gede Eka Prajna alias Degus, Kamis (3/9/2026).

Pada Senin (7/9), mulai pukul 07.00 Wita, upacara ngangget don bingin atau metatah digelar di kawasan Puri Agung Gelogor. Petugas Dishub bersama unsur terkait akan menerapkan pengalihan arus dengan sistem buka-tutup.

Rangkaian kegiatan berlanjut pukul 14.00-18.00 Wita di sekitar Pura Tambang Badung dan jalur yang dilalui iring-iringan. Rute ngangget don bingin dimulai dari Jalan Bukit Tunggal menuju utara, kemudian melalui Jalan Hasanudin hingga Pura Tambang Badung di Jalan Gunung Batur.

Untuk perjalanan kembali, iring-iringan bergerak dari Jalan Gunung Batur menuju simpang Pemecutan di Jalan Imam Bonjol, kemudian ke selatan melalui Jalan Penulisan dan kembali ke Jalan Bukit Tunggal.

"Atensi pengalihan arus ada di simpang Hasanudin-Bukit Tunggal, Jalan Tambora sisi barat, Jalan Penulisan sisi barat, Jalan Gunung Kerinci sisi timur atau anang motor dekat Jalan Pulau Buru," sambung Degus.

Dishub juga menyiapkan sejumlah kantong parkir, antara lain di sepanjang Jalan Gunung Kerinci sisi selatan, Jalan Penulisan, Jalan Bukit Tunggal, sisi selatan Hotel Darmadi, serta Terminal Tegal, Pemecutan, Denpasar.

"Untuk mapurwa daksina berlangsung di dalam, tidak memakai jalur utama. Tapi kita tetap atensi, sesuai pengalihan arus. Tanggal 7, kita siaga satu jam sebelum acara berlangsung," jelasnya.

Sementara pada Jumat (11/9), kegiatan mapurwa daksina berlangsung pukul 06.00-12.00 Wita. Penutupan sementara diberlakukan pada ruas Jalan Penulisan dan Jalan Bukit Tunggal yang menjadi jalur kegiatan.

Dishub Kota Denpasar mengimbau masyarakat dan pengguna jalan mengantisipasi rekayasa lalu lintas tersebut dengan memilih jalur alternatif. Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan agar arus kendaraan tetap berjalan lancar selama rangkaian upacara berlangsung. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar