𝗥𝗲𝗺𝗮𝗷𝗮 𝟭𝟳 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗞𝗲𝗰𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗱𝗮𝗸𝗶 𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴 𝗔𝗯𝗮𝗻𝗴 - LENSA BALI

Hot


Senin, 03 Agustus 2026

𝗥𝗲𝗺𝗮𝗷𝗮 𝟭𝟳 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗞𝗲𝗰𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗱𝗮𝗸𝗶 𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴 𝗔𝗯𝗮𝗻𝗴

Remaja 17 Tahun Tewas dalam Kecelakaan Sepulang Mendaki Gunung Abang

BANGLI, Lensabali.id - Seorang remaja berusia 17 tahun meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Penelokan, Kintamani, Bangli, Senin (3/8/2026). Korban diketahui baru saja menyelesaikan aktivitas pendakian di Gunung Abang sebelum insiden tragis tersebut terjadi.

Korban bernama I Made Manik. Saat kejadian, ia mengendarai sepeda motor dengan membonceng rekannya, I Gede Eka Sapta Mahayana. Keduanya sedang dalam perjalanan menuju arah utara usai turun dari kawasan Gunung Abang.

Kepala Seksi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 Wita dan merupakan kecelakaan tunggal akibat pengendara kehilangan kendali atas kendaraannya.

"Kecelakaan tunggal akibat out of control, pukul 13.00 Wita. Korban tewas di lokasi kejadian," kata Gumiliarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang dikendarai Manik melintas di jalur yang memiliki tikungan. Diduga karena kurang konsentrasi saat berkendara, ia tidak mampu mengendalikan laju sepeda motor sehingga kendaraan keluar jalur.

"Kendaraan kemudian melaju lurus dan menabrak tembok pagar rumah warga yang berada di sisi kiri jalan," ujar Gumi.

Benturan keras mengakibatkan Manik mengalami cedera fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, rekannya yang dibonceng terlempar dari kendaraan dan mengalami sejumlah luka.

"Penumpangnya terpental dan mengalami luka-luka. Kedua korban sudah dievakuasi ke RSUD Bangli oleh warga dan petugas yang datang ke lokasi," jelasnya.

Warga yang berada di sekitar lokasi bersama petugas kepolisian segera melakukan evakuasi terhadap kedua korban. Jenazah korban maupun rekannya yang terluka kemudian dibawa ke RSUD Bangli untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pengendara, khususnya yang baru selesai melakukan aktivitas fisik berat seperti pendakian, untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima dan berkonsentrasi penuh saat berkendara demi menghindari risiko kecelakaan di jalan raya. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar