𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹 𝗡𝗮𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 09 Juli 2026

𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹 𝗡𝗮𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁

Ibu Putri Koster Dorong Produk Lokal Naik Kelas Melalui Pasar Rakyat

BANGLI, Lensabali.id – Ramainya masyarakat yang memadati Pasar Rakyat di Kabupaten Bangli menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Kehadiran warga tidak hanya berasal dari Bangli, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Badung, Gianyar, Klungkung, dan Denpasar yang datang untuk membeli langsung hasil pertanian, produk UMKM, serta kerajinan lokal.

Antusiasme tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam dialog interaktif yang digelar melalui Radio RPKB Bali di Bangli, Rabu (8/7). Dalam kesempatan itu, Putri Koster menegaskan bahwa Pasar Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi ekonomi, melainkan juga menjadi wadah memperkuat solidaritas sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, gagasan Pasar Rakyat lahir dari keinginan menghadirkan ruang kebersamaan yang lebih bermakna bagi pengurus TP PKK se-Bali. Jika sebelumnya interaksi banyak berlangsung dalam forum resmi, kini kebersamaan tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Pasar Rakyat menjadi ruang bagi kami untuk bergerak, berbagi, dan mempererat kebersamaan. Selain berkumpul, kami juga bisa menyapa masyarakat sekaligus memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap penyelenggaraan Pasar Rakyat melibatkan seluruh TP PKK kabupaten/kota yang turut membawa bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Sementara TP PKK Provinsi Bali menyiapkan ratusan paket berisi beras, kebutuhan pokok, dan berbagai produk lokal yang dibeli langsung dari pedagang yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Bagi Putri Koster, keberhasilan Pasar Rakyat tidak semata diukur dari jumlah pengunjung atau besarnya transaksi. Kebahagiaan terbesar justru hadir saat melihat para pedagang kecil menikmati hasil penjualan yang meningkat.

"Hal-hal kecil seperti itu mampu menghadirkan kebahagiaan. Ketika melihat pedagang pulang dengan wajah sumringah karena hasil jualannya laris, di situlah kita merasakan bahwa kegiatan sederhana pun bisa memberikan manfaat yang besar," ungkapnya.

Selain mendorong perputaran ekonomi, Pasar Rakyat juga dinilai mampu memperpendek rantai distribusi sehingga masyarakat memperoleh harga yang lebih terjangkau, sementara petani dan pelaku UMKM mendapatkan keuntungan yang lebih optimal.

Putri Koster menilai penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui dukungan modal. Peningkatan kualitas produk, inovasi, serta pengembangan industri berbasis potensi lokal menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu berkembang secara berkelanjutan.

Ia mencontohkan jeruk Kintamani yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah, mulai dari jus, sirup, selai hingga produk suvenir yang dapat mendukung sektor pariwisata daerah.

"Jangan hanya menjual hasil panen mentah. Kita harus mulai berpikir bagaimana mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga manfaatnya semakin besar bagi masyarakat," katanya.

Dalam dialog tersebut, Putri Koster juga menyoroti pentingnya media penyiaran sebagai sarana edukasi dan promosi di tengah derasnya arus informasi digital.

"Radio tetap memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menyampaikan informasi yang akurat sekaligus mengedukasi masyarakat. Karena itu, pelaku UMKM juga perlu memanfaatkan media penyiaran sebagai sarana promosi," tuturnya.

Ibu Putri Koster Dorong Produk Lokal Naik Kelas Melalui Pasar Rakyat

Selain isu ekonomi, ia kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.

"Sampah kelihatannya persoalan kecil, tetapi bila tidak dikelola dengan benar akan menjadi persoalan besar bagi generasi mendatang. Karena itu, perubahan harus dimulai dari rumah kita masing-masing," pesannya.

Di akhir dialog, Putri Koster mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan Bali yang berkelanjutan, baik dalam memperkuat ekonomi lokal, mencintai produk daerah, maupun menjaga lingkungan hidup. (hms/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar