𝗙𝗶𝘁𝘂𝗿 𝗔𝗜 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗜𝗻𝘀𝘁𝗮𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗶𝗰𝘂 𝗣𝗼𝗹𝗲𝗺𝗶𝗸 𝗣𝗿𝗶𝘃𝗮𝘀𝗶, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗖𝗲𝗸 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝘁𝘂𝗿𝗮𝗻 𝗔𝗸𝘂𝗻 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 12 Juli 2026

𝗙𝗶𝘁𝘂𝗿 𝗔𝗜 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗜𝗻𝘀𝘁𝗮𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗶𝗰𝘂 𝗣𝗼𝗹𝗲𝗺𝗶𝗸 𝗣𝗿𝗶𝘃𝗮𝘀𝗶, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗖𝗲𝗸 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝘁𝘂𝗿𝗮𝗻 𝗔𝗸𝘂𝗻


Fitur AI Baru Instagram Picu Polemik Privasi, Pengguna Diminta Cek Pengaturan Akun

Lensabali.id - Meta kembali menjadi sorotan setelah meluncurkan fitur AI baru yang terintegrasi dengan Instagram. Fitur bernama Muse Image tersebut memungkinkan pengguna membuat gambar berbasis kecerdasan buatan dengan memanfaatkan foto dari akun Instagram yang bersifat publik.

Melalui sistem ini, pengguna cukup menandai atau memasukkan nama akun tertentu saat membuat gambar AI. Selanjutnya, Meta AI dapat menggunakan foto-foto publik dari akun tersebut untuk menghasilkan visual baru yang siap dibagikan di platform.

"Dengan tag username, Meta AI dapat menggunakan foto publik untuk membangun visual yang siap diunggah," tulis Meta dalam penjelasannya.

Kehadiran fitur tersebut langsung memicu perdebatan terkait privasi dan perlindungan data pengguna. Pasalnya, pengaturan ini aktif secara otomatis pada akun publik sehingga pengguna harus menonaktifkannya sendiri apabila tidak ingin kontennya dimanfaatkan dalam proses pembuatan gambar AI.

Kekhawatiran semakin besar karena pengguna tidak akan menerima pemberitahuan ketika foto atau unggahan mereka digunakan oleh orang lain sebagai referensi pembuatan gambar berbasis AI. Bahkan, gambar yang telah dibuat sebelumnya tidak otomatis dihapus meskipun pengguna kemudian menonaktifkan fitur tersebut.

Pengumuman ini pun memancing reaksi keras di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna menilai kebijakan tersebut berpotensi membuka ruang penyalahgunaan teknologi, mulai dari manipulasi identitas, pelecehan digital, hingga penyebaran informasi yang menyesatkan.

Kekhawatiran itu semakin menguat karena Instagram selama ini menjadi platform berbagi foto pribadi dan keluarga, termasuk foto anak-anak yang diunggah oleh orang tua. Sejumlah netizen membandingkan situasi ini dengan kontroversi sebelumnya yang melibatkan penggunaan AI untuk memodifikasi foto pengguna tanpa persetujuan yang jelas.

Para pengguna yang tidak ingin foto atau unggahan publiknya dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan gambar AI kini disarankan untuk segera meninjau dan menyesuaikan pengaturan privasi akun mereka. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko penyalahgunaan konten di era perkembangan teknologi AI generatif yang semakin pesat.

Kontroversi ini kembali menegaskan pentingnya transparansi, persetujuan pengguna, dan perlindungan privasi dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin terintegrasi dengan platform media sosial. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar