Lensabali.id - Upaya China menghadirkan kartu grafis (GPU) gaming lokal untuk menantang dominasi Nvidia, AMD, dan Intel mulai menunjukkan perkembangan nyata. Lisuan Technology resmi memperlihatkan performa GPU buatannya, LX 7G100, lewat pengujian publik terhadap versi ritel Founder Edition.
Hasil pengujian tersebut memperlihatkan bahwa GPU dengan memori 12GB itu sudah mampu menjalankan berbagai game modern. Capaian tersebut dianggap cukup penting mengingat Lisuan membangun arsitektur, driver, hingga ekosistem perangkat lunaknya sendiri dari nol.
Meski demikian, perhatian terbesar justru tertuju pada harga jual perangkat tersebut yang dinilai terlalu tinggi dibandingkan performa yang ditawarkan. GPU itu dipasarkan sekitar 3.300 Yuan atau setara USD 480, berada di rentang harga yang sama dengan Nvidia RTX 5060 Ti.
Padahal, dari sisi kemampuan, LX 7G100 masih berada di level GPU generasi lama. Dalam pengujian sintetis 3DMark, performanya hanya berada di kisaran RTX 3060 yang telah berusia sekitar lima tahun.
Saat digunakan memainkan game modern, performanya juga belum mampu bersaing dengan GPU mainstream terbaru. Pada pengujian Cyberpunk 2077 resolusi 1080p dengan FSR3 Quality, GPU tersebut mencatat rata-rata 88 fps. Angka itu terpaut jauh dibandingkan RTX 4060 maupun Intel Arc B580 yang mampu menembus lebih dari 200 fps.
Pengujian di game lain juga memperlihatkan hasil serupa. Black Myth: Wukong hanya berjalan di sekitar 56 fps, sedangkan Forza Horizon 5 berada di kisaran 48 fps meski menggunakan pengaturan grafis rendah.
Walau performanya belum impresif, stabilitas sistem justru mendapat apresiasi positif. Penguji menyebut banyak game modern dapat berjalan tanpa crash berlebihan, sesuatu yang sebelumnya menjadi kelemahan GPU China generasi terdahulu.
"Ini merupakan pencapaian tersendiri bagi vendor GPU pendatang baru yang membangun perangkat keras, arsitektur, driver, dan tumpukan perangkat lunaknya sendiri dari nol."
Namun dari sisi fitur, LX 7G100 masih memiliki banyak keterbatasan. Dukungan panel driver disebut masih sangat sederhana, fitur monitoring minim, serta belum mendukung hardware ray tracing.
Lisuan mengungkapkan teknologi ray tracing baru akan disematkan pada generasi GPU berikutnya. Karena itu, GPU ini dinilai lebih tepat sebagai tonggak perkembangan industri semikonduktor China ketimbang produk ideal untuk gamer saat ini. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar