DENPASAR, Lensabali.id - Xiaomi resmi memperkenalkan UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W, powerbank dengan ketebalan hanya 6 mm dan bobot 98 gram. Dimensi perangkat ini 98,5 × 71,5 × 6 mm, menjadikannya salah satu powerbank magnetik paling tipis dan ringkas yang pernah dirilis perusahaan asal China tersebut.
Lebarnya 71,5 mm, nyaris setara dengan sejumlah ponsel flagship terbaru. Desainnya dibuat kompatibel dengan beberapa perangkat, meski untuk ponsel tanpa magnet bawaan dibutuhkan casing magnetik agar menempel lebih stabil.
Casing-nya menggunakan aluminium alloy premium dengan tiga pilihan warna. Sisi yang bersentuhan langsung dengan ponsel dilapisi material fiberglass guna meningkatkan grip sekaligus meminimalkan risiko goresan.
Di bagian dalam, Xiaomi menyematkan sel baterai Silicon-Carbon dengan kandungan silikon 16 persen, berkapasitas 5.000 mAh dengan rating energi 18,58 Wh. Port USB-C di bagian bawah berfungsi sebagai input dan output, mendukung pengisian kabel hingga 22,5W.
Perangkat ini mendukung pengisian nirkabel hingga 15W melalui standar Qi2 yang kompatibel dengan teknologi magnetik MagSafe. Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan dual charging, yakni mengisi dua perangkat sekaligus—satu secara nirkabel dan satu melalui kabel USB-C.
Mode tersebut dapat diaktifkan cukup dengan menekan tombol daya satu kali. Fitur ini memudahkan pengguna yang ingin mengisi ponsel dan perangkat lain seperti earbuds secara bersamaan.
Terkait kompatibilitas, pengisian nirkabel penuh 15W dapat dinikmati pada perangkat tertentu yang mendukung standar tersebut. Namun pada iPhone, kecepatan maksimal yang didapat adalah 7,5W.
Untuk menjaga suhu tetap stabil, Xiaomi menyematkan lembar grafit seluas 4.369 mm² sebagai sistem pendingin. Fitur proteksi juga lengkap, mulai dari over-voltage, overcharge, overcurrent, hingga perlindungan panas berlebih dan sengatan elektrostatik.
UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W telah dipasarkan di sejumlah negara Asia-Pasifik dengan harga sekitar Rp600 ribuan hingga Rp900 ribuan, tergantung wilayah. Kehadirannya di Indonesia masih dinantikan. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar