𝗞𝗶𝗿𝗶𝗺 𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗮𝗳 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿 𝗨𝘁𝗮𝗻𝗴, 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝟰𝟵 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗟𝗲𝗴𝗶𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 01 November 2026

𝗞𝗶𝗿𝗶𝗺 𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗮𝗳 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿 𝗨𝘁𝗮𝗻𝗴, 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝟰𝟵 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗟𝗲𝗴𝗶𝗮𝗻

Kirim Pesan Permintaan Maaf dan Daftar Utang, Pria 49 Tahun Ditemukan Tewas di Legian

BADUNG, Lensabali.id – Seorang pria berinisial MI (49) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah pohon di tepi sungai Jalan Eka Laweya, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Badung, Sabtu (31/10/2026). Sebelum ditemukan, korban sempat mengirim pesan permintaan maaf kepada keponakannya, Wahyu SY (30).

"Saksi 1 (keponakan korban) menerima chat WA dari pamannya pesan berisi tentang permintaan maaf," ujar Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Minggu (1/11/2026).

Pesan tersebut dikirim MI sekitar pukul 04.30 Wita. Wahyu yang menerima pesan itu sempat berusaha menghubungi pamannya melalui telepon, tetapi tidak mendapat jawaban.

Wahyu kemudian menghubungi Muhamad YA (47), teman kos korban. Muhamad ternyata juga menerima pesan serupa. Selain menyampaikan permintaan maaf, MI turut mengirimkan daftar utang serta foto jalan yang diduga menjadi petunjuk lokasi terakhirnya.

Berbekal informasi tersebut, Wahyu bersama keponakan korban lainnya berusaha mencari lokasi yang dimaksud. Setibanya di sana, Wahyu mencoba menelepon ponsel pamannya. Suara dering telepon kemudian mengarahkan mereka ke lokasi jasad MI yang telah tergantung di atas pohon.

Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Badung serta warga setempat. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, selain bekas jeratan tali di bagian leher.

Berdasarkan keterangan keluarga, MI sebelumnya juga pernah melakukan percobaan bunuh diri di kampung halamannya di Jawa Timur. Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa tersebut dan meminta jenazah korban dipulangkan untuk dimakamkan.

"Pihak keluarga sudah menerima kematian korban menganggap sebagai musibah dan meminta jenazah untuk segera dikirim ke kampung halaman di Jawa Timur untuk dilakukan prosesi pemakaman," terang Adi. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar