𝗠𝗶𝗰𝗿𝗼𝘀𝗼𝗳𝘁 𝗗𝗲𝗳𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿 𝗦𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗗𝗲𝘁𝗲𝗸𝘀𝗶, 𝗧𝗮𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗚𝗼𝗼𝗴𝗹𝗲 𝗗𝗶𝗯𝗹𝗼𝗸𝗶𝗿 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗗𝗶𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗽 𝗠𝗮𝗹𝘄𝗮𝗿𝗲 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 06 September 2026

𝗠𝗶𝗰𝗿𝗼𝘀𝗼𝗳𝘁 𝗗𝗲𝗳𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿 𝗦𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗗𝗲𝘁𝗲𝗸𝘀𝗶, 𝗧𝗮𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗚𝗼𝗼𝗴𝗹𝗲 𝗗𝗶𝗯𝗹𝗼𝗸𝗶𝗿 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗗𝗶𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗽 𝗠𝗮𝗹𝘄𝗮𝗿𝗲

Microsoft Defender Salah Deteksi, Tautan Google Diblokir karena Dianggap Malware

Lensabali.id - Microsoft Defender kembali mengalami false positive yang membuat pengguna Office 365 sempat kesulitan mengakses tautan Google Search. Sistem keamanan tersebut keliru mengategorikan sejumlah URL hasil pencarian Google sebagai ancaman siber dan kemudian memblokirnya.

Gangguan terjadi pada 2 September 2026 dan tercatat dengan kode MO1465962 di dasbor Microsoft 365 Admin. Masalah tersebut berlangsung sekitar tujuh setengah jam sebelum Microsoft menyatakan gangguan telah ditangani.

Safe Links Salah Mendeteksi URL Google

Gangguan berkaitan dengan fitur Safe Links pada Microsoft Defender for Office 365. Fitur yang dirancang untuk melindungi pengguna dari phishing dan malware tersebut justru memblokir tautan pencarian Google yang terdapat dalam email maupun pesan Microsoft Teams.

URL Google yang terdeteksi bermasalah tidak hanya diblokir ketika dibuka melalui layanan Microsoft. Akses juga dapat terhenti saat tautan tersebut dibuka menggunakan browser eksternal.

Microsoft menjelaskan, kesalahan terjadi akibat proses pemindaian yang tidak akurat pada sistem klasifikasi reputasi URL milik Defender. Perusahaan kemudian menyatakan masalah tersebut selesai pada 2 September 2026 pukul 10.17 UTC.

Setelah insiden ditangani, Microsoft melakukan peninjauan terhadap algoritma pemindaian URL untuk mencegah kesalahan serupa kembali terjadi.

Bukan Kali Pertama Defender Alami False Positive

Insiden tersebut menambah daftar masalah false positive yang sebelumnya pernah dikaitkan dengan Microsoft Defender. Dalam beberapa tahun terakhir, sistem keamanan Microsoft itu beberapa kali mendapat sorotan terkait akurasi deteksi maupun dampaknya terhadap perangkat pengguna.

Defender juga pernah dilaporkan memengaruhi performa sistem sehingga sejumlah aplikasi berjalan lebih lambat. Selain itu, antivirus tersebut sempat keliru mendeteksi driver tingkat kernel yang sebenarnya sah sebagai file berbahaya.

Di sisi lain, peneliti keamanan siber masih menemukan sejumlah kerentanan zero-day pada mesin pemindai Defender. Meski tersedia secara gratis bagi pengguna Windows, persoalan keandalan dan salah deteksi tetap menjadi perhatian di kalangan pengguna serta profesional teknologi informasi.

Insiden pemblokiran Google ini kembali menunjukkan pentingnya akurasi sistem keamanan dalam membedakan ancaman siber dengan tautan yang sebenarnya aman. (*ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar