GIANYAR, Lensabali.id - Bali United harus menerima sanksi denda Rp60 juta dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat insiden petasan saat pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Petasan tersebut dinyalakan pada menit ke-82 dan dilempar di sekitar sisi tribun timur yang ditempati suporter.
Oknum yang diduga melempar petasan juga telah diamankan oleh petugas kepolisian. Meski hanya satu petasan, insiden tersebut tetap membuat Serdadu Tridatu mendapat konsekuensi finansial dari Komdis PSSI.
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengatakan kehadiran ribuan suporter memberikan atmosfer luar biasa bagi tim. Namun, ia menegaskan antusiasme di tribun tetap harus berjalan sesuai aturan pertandingan.
"Untuk masalah suporter, saya sangat senang dengan atmosfer dengan hadirnya banyak suporter. Tapi soal aturan, suporter harus tahu aturan karena flare, kembang api, maupun petasan memang sudah dilarang dibawa ke stadion," ujar Johnny dalam konferensi pers, Jumat (11/9/2026), jelang laga melawan Isenmulang FC.
Menurut Johnny, dukungan suporter merupakan energi penting bagi pemain ketika tampil di kandang. Karena itu, ia berharap semangat tersebut tetap dipertahankan tanpa diwujudkan melalui tindakan yang justru merugikan klub.
"Di luar itu saya sangat senang dengan dukungan suporter," katanya.
Denda akibat petasan ini bukan kali pertama diterima Bali United. Pada musim 2026/2027, klub beberapa kali mendapat sanksi dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah akibat pelanggaran yang dilakukan suporter.
Sejumlah pelanggaran sebelumnya antara lain penyalaan flare, kembang api dan petasan, hingga pelemparan kursi ke tengah lapangan. Rangkaian sanksi tersebut menjadi perhatian klub agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Johnny pun meminta seluruh pendukung Bali United lebih disiplin selama berada di stadion. Menurutnya, dukungan suporter tetap dapat menjadi kekuatan besar bagi tim selama disalurkan dengan cara yang sesuai ketentuan.
Atmosfer positif di Stadion Dipta dinilai penting untuk menjaga semangat Serdadu Tridatu saat bermain di hadapan publik sendiri. Karena itu, Johnny berharap dukungan besar dari tribun tetap hadir tanpa harus berujung pada sanksi bagi klub. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar