𝗧𝗿𝗮𝗴𝗶𝘀, 𝗕𝗼𝗰𝗮𝗵 𝟳 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗶 𝗞𝗼𝗹𝗮𝗺 𝗩𝗶𝗹𝗮 𝗞𝗶𝗻𝘁𝗮𝗺𝗮𝗻𝗶 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 16 Juli 2026

𝗧𝗿𝗮𝗴𝗶𝘀, 𝗕𝗼𝗰𝗮𝗵 𝟳 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗶 𝗞𝗼𝗹𝗮𝗺 𝗩𝗶𝗹𝗮 𝗞𝗶𝗻𝘁𝗮𝗺𝗮𝗻𝗶

Tragis, Bocah 7 Tahun Meninggal Tenggelam di Kolam Vila Kintamani

BANGLI, Lensabali.id - Liburan sebuah keluarga asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), di kawasan Kintamani, Bangli, berakhir duka setelah seorang bocah perempuan bernama Shabira meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang sebuah vila privat.

Kapolsek Kintamani Kompol I Made Puja Rimbawa menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Glamping The Kamsa, Banjar Yeh Panes, Desa Songan A, pada Senin (13/7) sekitar pukul 17.00 Wita.

"Kejadiannya di Glamping The Kamsa, Banjar Yeh Panes, Desa Songan A, pukul 17.00 Wita pada Senin (13/7)," kata Puja saat ditemui di kantornya, Kamis (16/7/2026).

Menurut Puja, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Orang tua korban juga mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan sehingga menolak proses autopsi terhadap jenazah anak mereka.

"Sudah mengakui kelalaian dan sudah pulang ke Lombok, NTB. Jadi, keluarga mengikhlaskan dan menolak autopsi," ujarnya.

Peristiwa tragis itu terjadi saat Shabira menginap bersama kedua orang tuanya dan adik yang masih berusia dua tahun. Sore hari, korban berenang di kolam renang vila, sementara sang ayah sempat meninggalkan area kolam untuk mengganti popok adiknya.

Polisi menduga korban tidak menggunakan pelampung saat berada di kolam renang, meskipun fasilitas keselamatan tersebut telah tersedia dan sebelumnya telah diingatkan oleh petugas vila.

"Di sana ada pelampung lengan untuk anak-anak. Petugas jaga juga sudah mengingatkan ada pelampung. Tapi, diduga tidak dipakai korban," jelas Puja.

Setelah kembali ke kolam, sang ayah mendapati putrinya sudah mengambang. Ia kemudian segera mengevakuasi korban ke tepi kolam dan berupaya memberikan pertolongan pertama selama hampir satu jam sebelum membawanya ke Puskesmas Kintamani V.

"Bapaknya ini mengaku perawat dan sempat menolong anaknya dengan diberi restitusi. Tapi, korban tidak bergerak, lalu dibawa bapaknya ke Puskesmas Kintamani 5," imbuhnya.

Namun upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. Tim medis yang melakukan pemeriksaan luar menyatakan korban telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dan menunjukkan ciri-ciri yang konsisten dengan kasus tenggelam.

Polisi juga mengungkap bahwa saat kejadian tidak ada staf yang berjaga di lokasi karena penginapan tersebut merupakan vila privat dengan jumlah petugas terbatas. Meski demikian, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak melanjutkan proses hukum. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar