𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗿𝗶𝗻𝗱𝗼 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗺 𝟭.𝟬𝟬𝟬 𝗞𝗲𝗹𝗮𝗽𝗮 𝗗𝗮𝗸𝘀𝗶𝗻𝗮, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 - LENSA BALI

Hot


Sabtu, 28 Februari 2026

𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗿𝗶𝗻𝗱𝗼 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗺 𝟭.𝟬𝟬𝟬 𝗞𝗲𝗹𝗮𝗽𝗮 𝗗𝗮𝗸𝘀𝗶𝗻𝗮, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶

Koster dan Perbarindo Tanam 1.000 Kelapa Daksina, Perkuat Budaya dan Lingkungan Bali

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin penanaman bibit kelapa daksina di kawasan Embung Tukad Unda, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat (Sukra Kliwon, Bala) 27 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan pelestarian budaya sekaligus penguatan lingkungan hidup di Bali.

Gerakan tersebut diinisiasi DPD Perbarindo Bali dengan menanam 1.000 bibit kelapa daksina. Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret menjaga ketersediaan bahan sarana upacara keagamaan sekaligus memperkuat penghijauan kawasan aliran sungai.

Usai melakukan penanaman bersama Bupati Klungkung I Made Satria, perwakilan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, serta Kepala DPD Perbarindo Bali I Ketut Komplit, Gubernur Koster menegaskan pentingnya kelapa dalam tradisi masyarakat Bali.

Menurutnya, kelapa menjadi unsur utama dalam berbagai upacara adat dan hari suci umat Hindu di Bali. “Saya sangat mendukung gerakan penanaman bibit pohon kelapa daksina yang diselenggarakan oleh Perbarindo Bali, ini adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan upakara di Bali, karena setiap hari suci Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, Tumpek, hari suci Saraswati, Galungan hingga Kuningan kita selalu menghaturkan Pejati (di dalamnya terdapat kelapa, red),” ujar Gubernur Koster kepada awak media.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPD Perbarindo Bali atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keuangan daerah menjadi contoh nyata keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga warisan budaya.

Koster dan Perbarindo Tanam 1.000 Kelapa Daksina, Perkuat Budaya dan Lingkungan Bali

Gubernur Bali dua periode ini menekankan bahwa penanaman kelapa daksina bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang menjaga ekosistem budaya Bali. Ketersediaan bahan upacara yang berkelanjutan dinilai selaras dengan visi pembangunan daerah.

Gerakan ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menempatkan pelestarian alam dan budaya sebagai fondasi utama pembangunan. Dengan penguatan produksi kelapa, kebutuhan upacara keagamaan dapat terpenuhi tanpa mengabaikan keseimbangan lingkungan.

Penanaman di kawasan Tukad Unda juga diharapkan memberi manfaat ekologis, memperkuat daerah resapan air, serta menjaga kualitas lingkungan di sekitar aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. (*/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar