DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut kedatangan Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Republik Demokratik Timor-Leste, Marcos da Cruz, beserta delegasi Bali–Timor-Leste Business Forum di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (3/10) malam.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bali–Timor-Leste Business Forum bertajuk “Connecting Opportunities, Building Prosperity” yang berlangsung pada 2–3 Oktober 2026. Bali dipercaya menjadi tuan rumah forum yang mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha kedua pihak untuk membuka peluang kerja sama ekonomi.
Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, Koster menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Bali sebagai lokasi penyelenggaraan forum. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah terjalin baik antara Indonesia dan Timor-Leste.
Koster mengatakan, kedekatan geografis serta hubungan historis Indonesia dan Timor-Leste menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih kuat. Hubungan tersebut perlu terus dikembangkan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bagi kedua negara.
“Kami sangat bahagia bisa duduk bersama dalam suasana hangat malam ini. Kami berharap setelah pertemuan ini, Bali dan Timor-Leste dapat bekerja sama mengembangkan berbagai sektor potensial, khususnya pariwisata, pertanian, peternakan, dan perdagangan. Sinergi dan kolaborasi yang kuat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”
Dalam kesempatan itu, Koster juga memperkenalkan sejumlah potensi Bali yang dapat dikembangkan melalui kerja sama. Meski memiliki wilayah relatif kecil, Bali mempunyai beragam komoditas unggulan, mulai dari salak, jeruk, manggis, mangga, beras, ayam, babi hingga sapi Bali.
Khusus sapi Bali, pemerintah terus menjaga kemurnian dan keberadaannya. Sapi dari luar Bali tidak diperbolehkan masuk, sementara Pemerintah Pusat turut memberikan dukungan terhadap kebijakan perlindungan tersebut agar karakter dan keaslian sapi Bali tetap terjaga.
Dari sektor pariwisata, Koster menyampaikan bahwa hingga 30 September 2026 Bali telah menerima 4,6 juta wisatawan mancanegara. Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025. Dari total kunjungan tersebut, sekitar 30 ribu wisatawan berasal dari Timor-Leste.
Koster berharap forum bisnis tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dilanjutkan dengan kerja sama konkret. Bali dan Timor-Leste diharapkan dapat saling mendukung, berbagi pengalaman, serta mengembangkan potensi masing-masing untuk menciptakan kemajuan bersama.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Timor-Leste Marcos da Cruz menyampaikan pesan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste yang sebelumnya direncanakan hadir namun harus melanjutkan tugas negara. Pesan tersebut berisi ucapan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Gubernur Bali, atas sambutan dan dukungan terhadap forum.
Marcos mengatakan, terdapat tiga isu utama yang menjadi pembahasan dalam Bali–Timor-Leste Business Forum, yakni Blue Economy, Green Economy, dan Gold Economy.
Dalam pengembangan Green Economy, Timor-Leste memiliki lahan pertanian yang luas dan subur dengan komoditas seperti padi, jagung, kopi, dan berbagai buah-buahan. Namun, pengembangan sektor tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kualitas sumber daya manusia.
Melalui forum tersebut, pihak Timor-Leste ingin mempelajari cara mengembangkan dan mengelola sektor pertanian secara lebih baik sehingga potensi yang dimiliki dapat menghasilkan manfaat ekonomi secara maksimal.
Untuk Blue Economy, Timor-Leste memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang besar. Berdasarkan hasil studi, potensi stok ikan diperkirakan mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun. Potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal dan masih membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Sedangkan melalui Gold Economy, Marcos datang bersama sejumlah pengusaha Timor-Leste untuk berdiskusi sekaligus melihat praktik pengembangan bisnis di Bali. Mereka berharap dapat memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan usaha dari masyarakat dan pelaku bisnis Bali.
Marcos kembali menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, forum tersebut memberikan manfaat besar karena membuka ruang untuk saling belajar dan berbagi praktik baik.
Dengan suasana Bali yang aman dan damai, ia berharap hubungan Timor-Leste dan Bali semakin erat. Berbagai pengalaman yang diperoleh selama berada di Bali diharapkan dapat diterapkan di Timor-Leste dengan menyesuaikan peluang dan potensi setempat.
Kedatangan Marcos da Cruz ke Jaya Sabha turut didampingi Wakil Presiden Veteran Conselho dos Combatentes da Libertação Nacional Timor-Leste Mario Nicolao dos Reis, Koordinator Jenderal Bidang Ekonomi Jorge, serta Presiden Câmara de Comércio e Indústria Timor-Leste Jorge Manuel de Araujo Serrano. (hms/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar